Perdebatan 'busana tulisan Arab' yang digunakan Agnes Monica

Sumber gambar, TWITTER

#TrenSosial: Penyanyi Agnes Monica menanggapi perdebatan tentang busana dengan tulisan Arab yang dipakainya dalam acara televisi.

Dalam akun Twitter, <link type="page"><caption> @agnezmo</caption><url href="https://twitter.com/agnezmo" platform="highweb"/></link>, dia mengatakan bahwa itu adalah kesalahannya dan dia tidak mau terjebak dalam debat yang bodoh.

"Berburuk sangka bukan metode saya, i'm out," kicaunya. "Saya tidak takut karena Tuhan itu adil. Sungguh arogan kalau saya berani menunjuk orang sementara saya masih banyak kekurangan."

Respons ini muncul setelah 'busana Arab' yang dipakainya pada Senin (11/01) malam dalam sebuah pertunjukan menuai kontroversi.

Sejumlah kicauan <link type="page"><caption> mempertanyakan mengapa</caption><url href="https://twitter.com/sabilamursyida/status/686542329272872961" platform="highweb"/></link> tulisan Arab itu dipakai dan lainnya menganggap bahwa itu <link type="page"><caption> 'seperti menghina Islam'</caption><url href="https://twitter.com/MinLocal/status/686544190520569856" platform="highweb"/></link> dan <link type="page"><caption> 'gila'.</caption><url href="https://twitter.com/FikriDhani/status/686545091813507074" platform="highweb"/></link>

Namun, tuduhan itu sudah ditanggapi oleh banyak orang di media sosial dengan mengatakan bahwa tulisan berbahasa Arab itu berarti al-muttahidah atau persatuan dan tidak terkait dengan konten al-Quran.

'Awam religius'

Kata kunci Agnezmo menjadi topik populer di Twitter Indonesia, pada Rabu (13/01), dan telah digunakan lebih dari 29.000 kali. Berbagai kalangan juga ikut merespons perdebatan termasuk Majelis Ulama Indonesia.

Sumber gambar, Tribunnews Jeprima

Muhyiddin Junaidi dari MUI, kepada BBC Indonesia, mengatakan tidak setiap tulisan Arab adalah hadis Nabi, dan yang menggunakan bahasa Arab bukan hanya mereka yang beragama Islam.

"Ada Yahudi, Kristen yang juga menggunakan bahasa Arab."

Dia mengatakan salah kaprah terjadi karena ada orang-orang yang menganggap bahwa bahasa Arab sama sakralnya dengan al-Quran. "Padahal tidak seperti itu, ini yang perlu diluruskan."

"Itu (artinya) kan ajakan bersatu, tidak masalah. Lain kalau itu ternyata penggalan ayat, memang tidak diperbolehkan dan termasuk penistaan agama."

Sejumlah unggahan di Facebook yang banyak dibagikan menyebut perdebatan ini - dan juga sejumlah kasus lainnya - sebagai <link type="page"><caption> fenomena awam religius</caption><url href="https://www.facebook.com/1515468065448170/photos/a.1515902045404772.1073741829.1515468065448170/1531927910468852/?type=3&theater" platform="highweb"/></link>, di mana orang dengan mudah terpancing emosi terkait hal-hal yang keliru dan menutup mata pada hal-hal yang dianggap benar-benar menistakan Islam, seperti tindakan kelompok ekstrimis ISIS misalnya.

Dari penelusuran di Twitter terkait kata kunci Agnez Mo dan Arab dalam beberapa hari terakhir, BBC Indonesia melihat pengguna tampaknya cenderung tidak mempermasalahkan 'busana Arab' tersebut dan justru mengkritik balik orang-orang yang melontarkan tuduhan penistaan agama terhadap Agnes Monica.