Perkuliahan di Universitas Garissa dibuka kembali

Sumber gambar, AP
Ruang kuliah di sebuah universitas di Kenya dibuka kembali, sembilan bulan setelah serangan kelompok militan Islam, Al-Shabab, yang menewaskan sedikitnya 147 orang.
Para anggota kelompok militan Al-Shabab menyerang universitas di Garissa, sebelah timur laut Kenya, pada April 2015 dan sejak saat itu perkuliahan di sana terhenti.
Kini asrama tempat militan menewaskan sebagian besar korbannya sudah diperbaiki dan dicat, namun di sebuah ruang kuliah -tempat tewasnya 12 mahasiswa- masih terlihat beberapa lubang bekas tembakan peluru.
Pemerintah Kenya menyatakan sudah melakukan sebisa mungkin untuk mencegah terjadinya serangan serupa, seperti dilaporkan wartawan BBC, Tomi Oladipo, dari Nairobi.
Keamanan ditingkatkan di Universitas Garissa pada hari pertama perkuliahan dimulai kembali, Senin 11 Januari.
Bagaimanapun belum banyak mahasiswa yang mendaftar.
Hingga penutupan pendaftaran Jumat (08/11) pekan lalu hanya beberapa puluh mahasiswa yang mendaftar untuk mengisi tempat yang ditinggalkan 800 mahasiswa sebelumnya yang melanjutkan studinya di tempat lain.






