Twitter ingatkan ancaman peretas yang disponsori negara

Twitter

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Twitter mengirimkan e-mail kepada seluruh pengguna dan mengatakan bahwa para peretas mengumpulkan informasi pribadi.

Twitter menyampaikan peringatan kepada seluruh penggunanya bahwa sejumlah akun mungkin telah dibajak oleh "para pelaku yang disponsori negara".

Ini adalah kali pertama perusahaan media sosial mengeluarkan peringatan seperti itu.

Twitter mengirimkan surat elektronik kepada seluruh pengguna dan mengatakan bahwa para peretas baru-baru ini sudah mulai mengumpulkan sejumlah informasi pribadi seperti isi surat elektronik, alamat IP, atau nomor telepon. Jumlah akun yang terkena dampak aksi peretasan ini belum diketahui jelas. Namun, Coldhak, sebuah organisasi non-profit Kanada, mengatakan telah menerima peringatan dari Twitter.

"Kami percaya bahwa para pelaku ini (kemungkinan terkait dengan pemerintah) mungkin telah berusaha mendapatkan informasi seperti alamat email, alamat IP, dan / atau nomor telepon," demikian pernyataan dalam surat elektronik. "Saat ini, kami tidak memiliki bukti mereka memperoleh informasi tentang akun Anda, tapi kami secara aktif menyelidiki permasalahan ini. Kami berharap kami memiliki lebih banyak lagi informasi yang bisa kami bagi. Namun sekarang ini, kami tidak memiliki informasi tambahan yang bisa diberikan."

Coldhack

Sumber gambar, Twitter

Keterangan gambar, Salah satu organisasi non-profit yang menerima peringatan dari Twitter adalah Coldhack yang bermarkas di Kanada.

Pemerintah Cina dan Korea Utara dianggap bertanggung jawab atas beberapa aksi pembajakan di berbagai perusahaan Barat dan pemerintah.

Beberapa ahli teknologi informasi mengatakan para peretas jaringan komputer Sony akhir tahun lalu telah<link type="page"><caption> membocorkan sejumlah besar informasi rahasia dan didukung oleh Korea Utara</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/12/141221_sony" platform="highweb"/></link>.

Pyongyang secara konsisten <link type="page"><caption> membantah telah terlibat</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2014/12/141207_korea_utara_sony" platform="highweb"/></link> dalam upaya membobol jaringan keamanan perusahaan Sony.

James Lewis, seorang ahli cybersecurity di Pusat Studi Strategis dan Internasional di Washington DC, mengatakan bahwa penyerang yang didukung oleh pemerintah memiliki sumber daya yang jauh lebih besar dibanding para kelompok peretas kriminal.

Mereka mungkin mampu menggunakan langkah-langkah lain seperti agen-agen manusia atau komunikasi penyadapan agar berhasil melewati sistem keamanan, katanya.