Mi instan Maggi kembali dijual di India

Mi instan Maggi

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Mi instan Maggi kembali dijual, seperti terlihat di salah satu toko di Bhopal, India, pada hari Senin (09/11).

Nestle meluncurkan kembali mi instan Maggi yang sangat populer di India, lima bulan setelah pemerintah melarang penjulan mi tersebut akibat kandungan timbal yang dianggap membahayakan kesehatan.

Para pejabat badan pengawas makanan India pada Mei lalu <link type="page"><caption> melarang produksi dan penjualan mi Maggi</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/06/150603_majalah_india_mi.shtml" platform="highweb"/></link> karena kandungan timbal tersebut, tapi larangan ini dibatalkan oleh Pengadilan Tinggi di Bombay pada bulan Agustus.

Direktur baru Nestle India, Suresh Narayanan, kepada BBC mengatakan berbagai uji yang menjadi dasar pelarangan mi Maggi "sangat tak bisa diandalkan".

Ia mengungkapkan bahwa beberapa laboratorium yang dipakai untuk menguji mi instan Maggi "tidak terakreditasi", yang membuat proses uji tidak memakai sistem yang baku.

Narayan secara khusus didatangkan dari unit Nestle Filipina untuk menangani "krisis mi instan" dan menjadi direktur utama pertama kelahiran India yang memimpin perusahaan selama beberapa dekade terakhir.

Setelah dinyatakan berbahaya, Nestle <link type="page"><caption> menarik dan menghancurkan 400 juta bungkus mi dari pasar</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/06/150616_dunia_nestle_india.shtml" platform="highweb"/></link>, yang membuat perusahaan mengeluarkan ongkos tak kurang dari US$67 juta atau sekitar Rp914 miliar.

Bulan lalu, atas perintah pengadilan, dilakukan uji baru terhadap mi Maggi dan hasilnya memperlihatkan kandungan timbal pada produk ini tergolong aman.