Nestle gugat larangan penjualan mi instan Maggi di Mumbai

Sumber gambar, AP
Nestle menggugat larangan penjualan mi instan Maggi yang diterapkan regulator keamanan makanan India, menyusul temuan kandungan timbal yang melebihi batas aman.
Pihak berwenang di India menyatakan <link type="page"><caption> mi instan Maggi buatan Nestle "tidak aman dan berbahaya"</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/06/150605_majalah_india_maggi.shtml" platform="highweb"/></link> dan menuduh Nestle tidak mematuhi peraturan tentang keamanan makanan.
Nestle mengatakan hari Kamis (11/06) bahwa mereka menggugat larangan penjualan mi instan Maggi ke pengadilan tinggi di Mumbai, ibu kota negara bagian Maharasthra.
Perusahaan ini mengatakan bahwa mi Maggi aman untuk dikonsumsi.

Sumber gambar, EPA
Selain memasukkan gugatan di Mumbai, upaya yang sama juga ditempuh untuk wilayah hukum Maharasthra.
Kandungan MSG
Pekan lalu, Nestle menarik mi Maggi dari pasar setelah regulator menyatakan bahwa uji laboratorium menunjukkan kandungan timbal di atas ambang aman.
Kepala eksekutif global Nestle, Paul Bulcke, mendesak agar pihaknya diizinkan untuk melihat sendiri hasil uji laboratorium dan berjanji mi instan buatan perusahaannya akan kembali masuk pasar sesegera mungkin.
<link type="page"><caption> Beberapa negara bagian lain</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/06/150603_majalah_india_mi.shtml" platform="highweb"/></link> melakukan uji coba untuk mengetahui kandungan bahan kimia penyedap makanan monosodium glutamat atau MSG.
Mi instan Maggi masuk ke India pada 1983 dan sejak itu bisa dibeli di berbagai warung atau toko di seluruh pelosok negeri.
Sejak larangan penjualan diterapkan, harga saham Nestle di India turun hampir 10%.













