Jaringan supermarket Afrika tarik produk mi instan Maggi

Mi instan tersebut telah ditarik dari rak-rak supermarket di Kenya, Uganda, Tanzania, Rwanda dan Sudan Selatan.
Keterangan gambar, Mi instan tersebut telah ditarik dari rak-rak supermarket di Kenya, Uganda, Tanzania, Rwanda dan Sudan Selatan.

Jaringan waralaba supermarket terbesar di kawasan Afrika Timur memutuskan untuk tidak lagi menjual mi instan Maggi dari Nestle setelah muncul kekhawatiran akan bahaya pangan.

Jaringan waralaba Nakumatt menyatakan mi instan tersebut telah ditarik dari rak-rak supermarket di Kenya, Uganda, Tanzania, Rwanda dan Sudan Selatan menyusul tuntutan dari kelompok pelindung konsumen di Kenya (Cofek)

Kelompok itu menyerukan agar pihak penjual lebih memerhatikan kesehatan konsumen <link type="page"><caption> mengingat mi instan Maggi telah dilarang di India</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2015/06/150605_majalah_india_maggi" platform="highweb"/></link> lantaran mengandung timbal yang lebih tinggi daripada yang diizinkan di dalam sejumlah bungkusan.

Sejak seruan itu dilontarkan, Cofek mengatakan jaringan supermarket Tuskys dan Naivas sepakat untuk tidak lagi menjual mi instan Maggi. Bahkan, Biro Standar Kenya telah mengeluarkan seruan secara lisan untuk menarik produk tersebut.

Sementara itu, Nestle berkeras bahwa produk mi instan Maggi benar-benar aman untuk dikonsumsi.

Sejak kekhawatiran mengenai timbal di bungkusan mi instan Maggi, Nestle mengaku telah menguji 1.000 bungkus mi instan tersebut dan menemukan kadar timbal berada dalam batas yang diperbolehkan aturan pangan.