#TrenSosial: Keliru, foto viral tentang tentara ISIS yang jadi pengungsi

Sumber gambar, FACEBOOK
Sebuah unggahan di Facebook yang menunjukan seorang anggota ISIS menyelundup di antara gelombang besar pengungsi ke Eropa menjadi viral di media sosial, namun apa yang sebenarnya terjadi tidaklah demikian.
Unggahan itu menunjukan dua foto sebelum dan sesudah. Satu foto menunjukan pria berjenggot dengan peralatan militer dan senjata api dan disebelahnya menunjukan pria yang mirip tampak sudah tak berjenggot dan memakai T-shirt dan ransel.
"Ingat pria ini? Berpose sebagai anggota ISIS tahun lalu -- sekarang, dia adalah 'pengungsi'," tulis pemilik akun Facebook Peter Lee Goodchild.
Unggahan tersebut dibagikan lebih dari 70.000 orang dalam beberapa hari terakhir, dan tersebar juga di Twitter -- menuai beberapa ribu komentar, lapor BBC Trending.
Adanya kemungkinan tentara ISIS menyelundup dalam gelombang pengungsi yang datang ke Eropa telah disadari oleh para pejabat Uni Eropa dan lainnya. Dan ISIS sering mengklaim bahwa mereka mengirim militan ke sepanjang Laut Tengah atau Mediterania melalui rute yang sering dipakai oleh penyelundup manusia -- walau klaim itu sangat sulit untuk diverifikasi.
Melawan ISIS
Tetapi, jika ada tentara ISIS yang berpura-pura menjadi pencari suaka, pria ini bukanlah salah satunya. Bahkan, sebagai pencari suaka, identitasnya cukup baik didokumentasikan.
Namanya adalah Laith Al Saleh, dan bulan lalu sosoknya dibuat profil oleh kantor berita Associated Press.
Dia mengatakan dia adalah komandan Tentara Pembebasan Suriah, dan bahwa sebelum perang saudara ia bekerja sebagai tukang bangunan di kota kelahirannya dari Aleppo.
"Sekitar 70% kota itu telah musnah... Di Suriah, Al Qaeda menginginkan saya, Daesh (sebutan lain ISIS), pemerintah - saya melawan mereka semua. Saya tidak peduli. Sebagian orang takut, tetapi saya tidak," katanya kepada AP.
Dua foto di atas awalnya muncul di situs The Atlantic segera setelah cerita itu dipublikasikan AP. Dalam laman itu, Saleh di indentifikasi sebagai "mantan komandan pemberontak Suriah."
Gambar itu kemudian tersebar di Facebook dan Twitter, namun detail tentang siapa Saleh menjadi kabur.
Komentar-komentar di bawah unggahan di atas menggambarkan debat panas di internet tentang bagaimana Eropa harusnya menyelesaikan masalah krisis migran.
Inggris dan negara-negara Eropa lain telah berjanji untuk menerima pengungsi Suriah dalam beberapa hari ke depan.
Sementara itu, negara-negara teluk seperti Arab Saudi dan Kuwait dikritik karena tidak menerima lebih banyak pengungsi.









