#TrenSosial: Kehadiran Setya Novanto dan Fadli Zon di acara Donald Trump direspons negatif

Ketua DPR Setya Novanto dalam sebuah konfrensi pers politik Donald Trump, Kamis (03/09).

Sumber gambar, GETTY IMAGES

Keterangan gambar, Ketua DPR Setya Novanto dalam sebuah konfrensi pers politik Donald Trump, Kamis (03/09).

Kehadiran Ketua DPR Setya Novanto dan Wakil Ketua DPR Fadli Zon dalam sebuah acara politik Donald Trump menuai sentimen negatif di media sosial, kata Indonesia Indicator.

Setya dan Fadli tampak hadir dalam sebuah konferensi pers politik Donald Trump, Kamis (03/09). Konferensi pers ini berlangsung setelah pengusaha AS itu melakukan sumpah kesetiaan untuk menjadi kandidat Presiden Amerika Serikat dari Partai Republik.

Fadli Zon dalam keterangan tertulisnya pada wartawan mengatakan kehadiran mereka bukan merupakan dukungan kepada <link type="page"><caption> bakal calon presiden AS itu. </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/06/150616_dunia_amerika_trump" platform="highweb"/></link>

Namun dalam sejumlah video yang beredar di sosial media, Donald Trump sempat memperkenalkan Setya Novanto kepada para wartawan di akhir konfrensi pers tersebut.

"Tuan dan Nyonya, ini adalah laki-laki yang hebat, dia seperti yang Anda ketahui adalah ketua DPR Indonesia, Setya Novanto, dia datang ke sini ingin menemui saya," kata Donald Trump.

"Dia adalah salah satu tokoh yang sangat berpengaruh. Kita akan melakukan hal besar untuk Amerika Serikat, apakah itu benar?

"Ya," kata Setya tersenyum.

"Apakah Indonesia suka dengan saya?" tanya Trump.

"Ya, sangat, terima kasih banyak," kata Setya bersalaman dengan Trump.

Fadli Zon dalam sebuah konfrensi pers politik Donald Trump, Kamis (03/09).

Sumber gambar, GETTY IMAGES

Keterangan gambar, Fadli Zon dalam sebuah konfrensi pers politik Donald Trump, Kamis (03/09).

Juru bicara pimpinan DPR Nurul Arifin mengatakan sejumlah pimpinan DPR memang mengadakan pertemuan dengan Donald Trump untuk "membahas aliansi strategis Indonesia-Amerika ke depan," katanya kepada Detik, Jumat (04/09).

Pertemuan dengan Donald Trump merupakan bukan merupakan agenda resmi dan mereka "berbicara tentang ekonomi dan investasi Trump di Indonesia", menurut Fadli Zon kepada media.

Konferensi pers ini menandatanganan sumpah kesetiaan Donald Trump untuk menjadi kandidat Presiden Amerika Serikat dari kubu Republik.

Sumber gambar, GETTY IMAGES

Keterangan gambar, Konferensi pers ini menandatanganan sumpah kesetiaan Donald Trump untuk menjadi kandidat Presiden Amerika Serikat dari kubu Republik.

Pada akhir Agustus lalu, grup hotel milik Trump menjalin kerjasama dengan MNC Group, raksasa bisnis Hary Tanoesoedibjo (yang kini menjadi bagian dalam Koalisi Merah Putih), untuk mengelola sebuah resor mewah dan pengembangan perumahan di Bali, Indonesia.

Kantor berita Reuters melaporkan bahwa proyek ini merupakan yang pertama di Asia bagi Trump Hotel Collection, perusahaan berbasis di New York.

Sentimen negatif

Di media sosial, berita ini menuai sentimen negatif. Indonesia Indicator mencatat sentimen negatif tentang Fadli Zon terkait berita Donald Trump di Twitter memiliki persentase 40,4% sementara yang positif hanya 26,6%.

"Sementara Setya Novanto sentimen negatifnya 40,2% dan positifnya hanya 27%. Ini termasuk jarak cukup besar," kata Wildan Pramudya, Kepala Riset Indonesia Indicator.

Politisi Adian Napitupulu dalam Twiter @AdianNapitupulu mengatakan, "dihadapan Donald Trump Ketua DPR RI janji akan lakukan hal-hal besar untuk Amerika. Kok bukan untuk Indonesia?"

"Memalukan Ketua DPR kita ikut hadir di kampanye Donald Trump di US. Trump adalah kandidat presiden Partai Republik yang buruk dan norak," kata Ulil Abshar Abdalla melalui @ulil.

Di Facebook BBC Indonesia, kebanyakan pengguna juga mengkritik. Cinta Elang Laziale menulis, "katanya dulu anti Amerika saat kampaye, Jokowi antek Amerika, kok sekarang keliatan terbalik sih, tidak paham saya jadinya."

Setya Novanto sering sekali tertangkap kamera wartawan karena posisinya yang berada di belakang Trump, termasuk dalam foto yang satu ini.

Sumber gambar, GETTY IMAGES

Keterangan gambar, Setya Novanto sering sekali tertangkap kamera wartawan karena posisinya yang berada di belakang Trump, termasuk dalam foto yang satu ini.
Fadli Zon berada dikerumuman massa pendukung Donald Trump.

Sumber gambar, GETTY IMAGES

Keterangan gambar, Fadli Zon berada dikerumuman massa pendukung Donald Trump.

Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus mengatakan ada dugaan pelanggaran etis yang terjadi ketika pimpinan DPR bertemu dengan Donald Trump.

"Jika dibilang spontan dan tidak masuk agenda kerja, maka ada dugaan pelanggaran etika karena mereka tidak mampu memisahkan kepentingan pribadi dengan kepentingan kerja."

"Kedua, dalam pertemuan itu disebutkan berbicara tentang investasi. Apa urusan investasi dengan DPR? Lobi-lobi seperti itu urusan eksekutif. Tidak ada dalam ketentuan undang-undang bahwa DPR harus melakukan fungsi diplomatis," jelasnya.

Pekan ini, DPR juga menuai kritik setelah sembilan anggotanya mengadakan <link type="page"><caption> kunjungan kerja ke Inggris.</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/09/150831_trensosial_dpr_studi_banding.shtml" platform="highweb"/></link>