#TrenSosial: Mengapa warga Suriah kirim 'surat cinta' untuk Angela Merkel?

Sumber gambar, AP
Pada demonstran dari kubu ekstrem kanan di Jerman mungkin mencemooh Kanselir Angela Merkel, tetapi warga Suriah mengirimkan 'pesan-pesan cinta' padanya di jejaring media sosial.
Pesan itu muncul saat Badan Federal untuk Migrasi dan Pengungsi Jerman berkicau pada Selasa (25/08).
Warga Suriah, kata pernyataan itu, <link type="page"><caption> tidak lagi menjadi subyek dari Regulasi Dublin</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/08/150827_dunia_migran_jerman" platform="highweb"/></link>. Ini artinya Jerman tidak akan mengirim pengungsi Suriah kembali ke negara Uni Eropa tempat mereka mendarat pertama kali - misalnya di Yunani, atau Italia.
Langkah ini kemungkinan akan membolehkan ribuan orang mengklaim status pengungsi di Jerman dan in tampaknya menjadi berita besar di antara warga Suriah, lapor BBC Trending.
Curahan pesan cinta di Facebook mengalir untuk Jerman dan secara khusus untuk Kanselir Angela Merkel.

Sumber gambar, BBC TRENDING
"Kami mencintaimu" bunyi sebuah komentar berbahasa Arab. "Merkel berhak diberi ucapan terima kasih karena membekukan aturan Dublin. Saya sangat ingin bertemu Anda satu saat nanti."
Sambutan yang hangat untuk Merkel ini berbanding terbalik dengan reaksi yang dia terima di pusat migran dekat Dresden, di mana dia dicemooh oleh pengunjuk rasa sayap kanan.
Jerman diharapkan bisa menerima 800.000 pencari suaka tahun ini. Meskipun hanya sebagian kecil berasal dari Suriah, jumlah itu besar dibanding jumlah pemohon yang diambil oleh 28 negara Uni Eropa tahun lalu, yaitu sekitar 626 000.









