Cina depresiasi yuan lagi, mata uang regional turun

Sumber gambar, AFP
Bank Sentral Cina sekali lagi memotong patokan nilai tukar untuk mata uang negara itu, yuan, <link type="page"><caption> sesudah devaluasi 1.9% Selasa (11/08) kemarin</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/08/150811_majalah_cina_yuan" platform="highweb"/></link>.
Hari ini (12/08) "nilai tengah resmi" yuan diturunkan 1.6% menjadi 6,3306 terhadap dolar Amerika.
Nilai tengah ini merupakan nilai tukar patokan, di mana dalam perdagangan bisa naik atau turun 2% sepanjang hari.
Langkah ini menyebabkan gelombang kejut di pasar Asia, namun Bank Sentral Cina berusaha menenangkan dengan mengatakan bahwa ini bukan awal dari depresiasi berkepanjangan.
Penurunan dua hari berturut-turut ini merupakan yang terendah dari mata uang yuan terhadap dolar, dalam sepuluh tahun terakhir.
Menteri perdagangan mengatakan nilai tukar yang rendah ini akan mendorong laju ekspor yang sedang terengah-engah.
Angka-angka yang diedarkan pada akhir pekan lalu memperlihatkan ekspor Cina jatuh lebih dari 8% bulan Juli, menambah kekhawatiran bahwa negeri dengan ekonomi terbesar kedua di dunia itu sedang melambat.
Terdapat tanda-tanda pelemahan hari Rabu, ketika angka produksi manufaktur meningkat 6%, sementara di bulan Juni peningkatan itu 6,8%.
Namun depresiasi yuan ini memicu ketakutan global dan "perang mata uang".
Cina telah lama mengendalikan nilai mata uang hingga hari Selasa kemarin.












