Cina depresiasi mata uang yuan

Simbol yuan dan dolar

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Penurunan nilai mata uang yuan diharapkan dapat mendorong ekspor Cina.

Cina mendevaluasi mata uang yuan sebesar hampir 2% terhadap mata uang dolar Amerika Serikat yang merupakan titik terendah selama hampir tiga tahun belakangan.

Bank Sentral Cina beralasan devaluasi ditempuh sebagai koreksi yang lebih mencerminkan kekuatan pasar.

Menurut para analis, devaluasi yuan akan mendongkrak ekspor Cina yang mengalami penurunan tajam selama bulan Juli.

Sejauh ini pihak berwenang memegang teguh kebijakan untuk menjaga mata uang agar tetap kuat guna mendorong permintaan dalam negeri dan mendorong perusahaan dalam negeri meminjam uang dan kemudian melakukan investasi di luar negeri.

Namun kebijakan terbaru Cina ini, lapor wartawan BBC Theo Legget, kemungkinan besar akan mendapat kecaman dari Amerika Serikat. Pasalnya, selama ini para produsen di negara itu mengaku sudah mengalami kompetisi tak adil dari produsen-produsen tirai bambu.

Ditambahkan oleh Legget, keputusan Cina ini mungkin akan mempengaruhi bank sentral negara-negara lain, termasuk Amerika Serikat, untuk menaikkan suku bunga karena barang-barang lebih murah dari Cina mungkin akan menekan inflasi.