#TrenSosial: "We're watching!" pesan untuk pedofil anak
- Penulis, Christine Franciska l @cfranciska
- Peranan, Wartawan BBC Indonesia
- Waktu membaca: 2 menit
Sejumlah musisi dan selebriti di Indonesia mengunggah video untuk meningkatkan kesadaran terkait kasus pedofil anak. "We're watching" atau "Kami mengawasi," kata mereka.
Video singkat tersebut diunggah oleh musisi dan aktivis Melanie Subono melalui akun Twitter-nya @melaniesubono pada Hari Anak Nasional, Kamis (23/07).
"Kita harus bangun kesadaran publik bahwa 'hey, jangan macem-macem karena gue ngawasin loe'," katanya kepada BBC Indonesia.
Kasus kekerasan seksual pada anak di Indonesia, menurutnya, semakin genting karena Indonesia telah menjadi destinasi utama wisatawan yang datang untuk seks.
Sydney Morning Herald dalam artikelnya menulis, "ini mungkin mengejutkan, tetapi Indonesia dalam tiga tahun terakhir, telah melampaui Thailand, Filipina, dan Malaysia, menjadi tujuan utama turis seks Australia."
Pencegahan

Sumber gambar, Dokumentasi MelanieS dan Safe Childhood
Melanie mengatakan dia mengajak figur-figur terkenal untuk berpartisipasi karena mereka punya "suara yang kuat".
"Selama ini bukan mereka enggak peduli tapi mereka enggak tahu fakta-fakta dan datanya. Begitu aku cerita, mereka semua mau bergabung dan malah bertanya apa yang bisa mereka lakukan lagi setelah ini."
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengatakan kasus <link type="page"><caption> kekerasan seksual</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2013/02/130220_kekerasan_seksual_anak" platform="highweb"/></link> dan fisik adalah salah satu masalah utama (selain kasus anak yang berhadapan dengan hukum) yang mereka hadapi.
Terkait maraknya turis seks, Sekjen KPAI Erlinda mengatakan pihaknya bekerjasama dengan pemerintah berupaya membangun sistem pencegahan di daerah-daerah pusat wisata termasuk memberikan informasi kepada komunitas, keluarga (termasuk anak), serta menyediakan hotline untuk keadaan darurat.

Sumber gambar, Dokumentasi MelanieS dan Safe Childhood
Namun, para pegiat hak anak menganggap upaya-upaya tersebut belum cukup.
'Tanya ke diri Anda'
Terkait dengan kampanyenya di media sosial, Melanie mengatakan gerakan ini bukanlah solusi atas peliknya kasus anak tetapi minimal dia sudah mencoba melakukan perubahan.
Dia mengajak juga para pengguna media sosial untuk bergerak dan menggunakan fasilitas (ponsel dan media sosial) yang mereka punya untuk bersuara jika melihat sesuatu yang salah.
"Gue enggak akan mengatur orang. Tapi soal apa yang bisa dan harus dilakukan orang? Tanyakan ke diri masing-masing."
"Cukup bayangkan itu anak loe atau itu loe, apa yang loe harapkan orang lakukan, maka lakukan lah."
Melanie saat ini aktif dalam gerakan Safe Childhoods di Bali, sebuah lembaga yang berupaya melakukan pencegahan dan melindungi anak-anak dari kekerasan.
"Sekecil apapun (yang kamu dilakukan), kamu lebih baik dari orang yang tahu tapi cuma diam."














