#TrenSosial: Pascainsiden Tolikara, sumbangan mengalir untuk Papua

Sumber gambar, TWITTER
- Penulis, Christine Franciska l @cfranciska
- Peranan, Wartawan BBC Indonesia
Sebuah gerakan yang diinisiasi Pandji Pragiwaksono berhasil mengumpulkan sumbangan lebih dari Rp270 juta untuk membangun kembali musala di Tolikara pascainsiden yang terjadi akhir pekan lalu.
Pengumpulan dana yang dilakukan melalui situs crowdfunding kitabisa.com ditutup, Senin (21/07), setelah dibuka selama tiga hari. Jumlah dana yang terkumpul melebihi target dengan total hingga Rp279 juta.
Kepada BBC Indonesia, Pandji mengatakan sumbangan akan diberikan ke Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) cabang Jayawijaya untuk kemudian diserahkan pada pengurus musala.
Cepatnya donasi terkumpul ini menurut Pandji menunjukan bahwa masyarakat "lebih suka beraksi secara nyata" dibandingkan "saling tunjuk, menyalahkan, dan menyebar kebencian."

Sumber gambar, Pio KharismaYongha
"Saya ingin bertanya pada orang-orang yang (setelah insiden) menyerukan jihad atau bakar gereja. Pernahkah mereka bicara dengan orang Papua? Di Tolikara, muslim di sana tidak mau berkonflik karena mereka menganggap perang adalah budaya yang terbelakang."
"Mungkin orang yang menyebar kebencian memang pada dasarnya tidak peduli dengan Papua," katanya.
'Rata dengan tanah'
Terkait donasi, Hamdani dari BSMI Jayawijaya mengatakan pihaknya akan ke Tolikara Rabu (21/07) untuk melakukan koordinasi dengan pengurus musala.
Di Tolikara, musala yang difungsikan sebagai masjid itu, menurutnya, sudah rata dengan tanah sama seperti kondisi kios dan beberapa rumah lain yang terbakar.
Jackson Djohan, pengurus musala Tolikara yang dihubungi BBC Indonesia mengatakan sejumlah warga yang rumahnya terbakar kini mengungsi dan ibadah dilakukan di rumah masing-masing.
"Proses berdirinya tempat ibadah ini diawali dari para pendatang kebanyakan Muslim yang ingin mencari tempat ibadah. Kemudian dibangunlah musala, tetapi dikenal oleh masyarakat sebagai gereja Islam. Memang plang-nya tertulis masjid, tetapi sebenarnya itu musala," jelasnya.
Pascainsiden, Jackson mengatakan situasi sudah aman dan dia tidak ingin ada konflik berkelanjutan di sana.
"Setahu saya di sini tidak pernah ada kejadian seperti ini, cuma karena ada miskomunikasi. Ini jangan dilihat dari sisi agamanya, karena mungkin ada beberapa orang yang memprovokasi jadi seperti itu."
Embun beku
Selain pengumpulan dana untuk musala, ada juga penggalangan dana untuk membantu menangani krisis pangan di Papua karena embun beku.
Penggalangan dana yang dibuka Senin (20/07) dibuat oleh Komunitas Aku Papua, yang berbasis di Jakarta.

Sumber gambar, Getty
"Dengan penggalangan dana ini kami punya dua misi, pertama ingin membantu teman-teman di daerah, dan yang kedua untuk menyatukan lagi teman-teman untuk sama-sama peduli dengan Papua," kata Ridhaninggar.
Sumbangan yang terkumpul akan disalurkan melalui Yayasan Somatua untuk membeli obat-obatan, makanan, pakaian dingin, serta peralatan ibu dan bayi bagi pengungsi di Kabupaten Puncak, Kabupaten Lanny Jaya, dan Kabupaten Nduga.
Diperkirakan ribuan orang terancam menderita kelaparan setelah ladang ubi mereka rusak akibat <link type="page"><caption> hujan es yang melanda sejak awal bulan Juli.</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/07/150717_indonesia_papua_es" platform="highweb"/></link>
"Banyak masalah yang harus dikomunikasikan terkait Papua, dan tidak melulu tentang konflik. Saya yakin banyak orang tergerak karena ini adalah isu kemanusiaan," lanjut Ridhaninggar.
Selain Pandji, sejumlah lembaga amal juga membuka sumbangan terkait insiden di Tolikara.
Di media sosial, insiden Tolikara <link type="page"><caption> sempat memicu kemarahan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/07/150719_trensosial_savemuslimpapua" platform="highweb"/></link>. Sejumlah netizen bertanya 'ke mana para aktivis HAM?' dan 'Inikah yang dinamakan toleransi?'.
Presiden Joko Widodo, melalui akun Facebook, mengatakan <link type="page"><caption> mengutuk kekerasan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/07/150719_indonesia_tolikara_jokowi" platform="highweb"/></link> di Tolikara dan menjamin hukum akan ditegakkan.











