Menilik layanan dompet elektronik Apple Pay

CEO Apple Tim Cook tengah memperkenalkan layanan Apple Pay

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, CEO Apple Tim Cook tengah memperkenalkan layanan Apple Pay
    • Penulis, Leo Kelion
    • Peranan, Wartawan teknologi BBC

Perusahaan Apple sebentar lagi akan memperluas layanan dompet elektronik bernama Apple Pay ke Inggris, negara pertama selain Amerika Serikat yang mendapat fasilitas tersebut.

Mari simak penggunaan layanan tersebut:

Bagaimana cara menggunakan Apple Pay?

Setelah pengguna memasukkan rincian kartu kredit ke dalam platform, mereka bisa langsung membeli barang-barang di toko pakaian, restoran, dan lokasi lainnya hanya menggunakan iPhone.

Untuk membayar, pengguna tinggal mendekatkan ponsel mereka ke salah satu mesin pembaca tanpa sentuh yang sudah sering dipakai untuk pembayaran tap-and-go di Inggris, dan menggunakan sensor sidik jari di ponsel untuk mengonfirmasi identitas.

Pembayaran bisa dilakukan tanpa membuka aplikasi khusus, tapi konsumen harus tetap memilih beberapa kartu berbeda yang muncul di layar, jika mereka tak ingin menggunakan pilihan otomatis, sebelum memindai sidik jari.

Namun, jika mereka memiliki Apple Watch, maka mereka bisa membayar hanya dengan mendekatkan jam pintar itu ke mesin pembaca dan dua kali mengklik tombol di sisinya.

Selain itu, lewat iPad, Apple Watch, dan iPhone, Anda juga bisa membeli berbagai produk dari toko online, aplikasi, dan iklan yang disajikan Apple lewat platform iAd.

Apakah ada batasan?

Cara penggunaan Apple Pay dengan Apple Watch, cukup mendekatkan tangan sambil memencet tombol di sisinya.

Sumber gambar, BBC World Service

Keterangan gambar, Cara penggunaan Apple Pay dengan Apple Watch, cukup mendekatkan tangan sambil memencet tombol di sisinya.

Konsumen setidaknya harus punya salah satu produk Apple terbaru untuk bisa menggunakan Apple Pay.

Hanya iPhone 6, iPhone 6 Plus, dan Watch yang menggunakan chip near-field communication (NFC) yang dibutuhkan untuk melakukan pembayaran tanpa sentuh.

Dan iPad Air 2 serta iPad Mini 3 adalah tablet Apple yang memiliki pembaca sidik jari, yang dibutuhkan dalam penjualan online.

Menurut firma penelitian KantarWorldPanel, setidaknya ada 2,9 juta peranti yang bisa menggunakan Apple Pay di Inggris, meski peranti Apple keluaran lama juga bisa digunakan jika ditambah dengan jam pintar.

Hambatan lain, karena transaksi di kartu tap-and-go hanya terbatas pada £20 - akan naik sampai £30 pada bulan September - maka, di banyak toko ritel, sebatas itu pulalah nilai transaksi yang bisa dilakukan di Apple Pay.

Toko-toko yang berpartisipasi bisa meningkatkan sistem perangkat lunak pembayaran mereka agar dapat mengenali sidik jari untuk memeriksa identitas sebagai alternatif kode PIN dan menghilangkan batasan transaksi tersebut.

Terakhir, layanan ini hanya untuk mereka yang berusia 13 tahun ke atas.

Siapa yang akan menerima pembayaran ini?

Penyedia utama layanan kartu kredit di Inggris - Visa, Mastercard, dan American Express - sudah terdaftar, selain juga bank-bank seperti HSBC, Ulster Bank, Nationwide, NatWest, Santander, First Direct, dan Royal Bank of Scotland.

Halifax, Lloyds, Bank of Scotland, dan TSB mengatakan bahwa mereka juga akan bergabung "segera".

Meski begitu, ada beberapa pihak lain yang belum akan bergabung.

Menurut Barclays, mereka sedang dalam perundingan untuk bergabung, tapi belum menunjukkan komitmen.

Kreditor ini baru saja meluncurkan serangkaian alat pembayaran tanpa sentuh bPay - termasuk gelang, gantungan kunci, dan stiker di pelindung smartphone - dan ingin melihat tingkat kesuksesannya lebih dulu.

Dan Co-operative Bank mengatakan mereka tengah "tertarik melihat kerjasama ini di masa depan".

Dari sisi pedagang, Boots, Lidl, Transport for London, serta M&S sudah dipromosikan sebagai penerima sistem pembayaran ini.

Tapi, organisasi apapun - besar atau kecil - yang sudah menggunakan 410 ribu mesin pembayaran tanpa sentuh di Inggris bisa menerima Apple Pay.

Bagaimana jika peranti Anda dicuri atau diretas?

Apple mengatakan bahwa sistem mereka akan menjamin keamanan data pengguna
Keterangan gambar, Apple mengatakan bahwa sistem mereka akan menjamin keamanan data pengguna

Secara teori, rincian identitas Anda seharusnya aman.

Detil identitas Anda tak tersimpan dalam peranti karena Apple Pay mewajibkan masing-masing bank dan sistem pembayaran untuk menciptakan dua elemen baru:

  • token yang berisi 16 karakter - atau Nomor Rekening Alat - yang unik untuk masing-masing gadget
  • kunci enkripsi yang menciptakan "tanda tangan" sekali pakai bernama cryptogram. Cryptogram baru akan tersedia setiap satu transaksi setelah Anda memindai sidik jari

Token dan enkripsi ini akan terpasang pada chip di masing-masing alat, yang tak bisa diakses oleh sistem operasional.

Untuk mengesahkan pembelian, token dan cryptogram akan terkirim lewat mesin pembayaran ke layanan kartu kredit, dan akan memeriksa kecocokan pemiliknya.

Bahkan ketika si pencuri berhasil mengubah informasi ini, mereka tak bisa menggunakan ulang tokennya tanpa tahu caranya membuat cryptogram yang sesuai dengan token tersebut. Mereka juga tak bisa menggunakan program tersebut untuk menunjukkan detail kartu kredit.

Langkah-langkah ini seharusnya bisa melindungi pengguna layanan, tapi ada syaratnya:

  • Apple meminta penggunanya untuk tidak melakukan "jailbreak" atau mengubah sistem operasional iOS.
  • Perusahaan kartu kredit juga meminta pengguna agar tak memindai sidik jari anggota keluarga atau orang lain ke gadget mereka.
  • Meski konsumen bisa menghentikan Apple Pay dengan memasang 'lost mode' pada gadget, beberapa layanan kartu kredit meminta agar mereka diberitahu secepatnya saat terjadi kehilangan agar pengguna terhindar dari beban pembelian yang tak mereka lakukan.

Apakah ini berarti Apple bisa mencatat transaksi seseorang?

Tidak -- setidaknya mereka tak bisa menghubungkan transaksi khusus ke satu individu.

Kebijakan privasi perusahaan tersebut menyatakan: "Apple Pay tidak akan mengumpulkan informasi transaksi yang bisa merujuk balik ke Anda. Transaksi pembayaran hanya diketahui oleh Anda, penjual, dan bank Anda."

Jadi, meski aplikasi Passbook di iPhone bisa menampilkan 10 transaksi terakhir per kartu, informasi ini disediakan oleh penyedia layanan jasa pembayaran dan bukan terekam di server Apple.

Tapi tak berarti Apple sama sekali tak mengumpulkan data.

Jika pengguna menyalakan opsi "layanan lokasi", maka Apple bisa melihat di mana waktu dan tempat penjualan tersebut dilakukan.

Dan dengan cara serupa, jika Apple Pay digunakan untuk membeli sesuatu dalam aplikasi, maka Apple akan menyimpan data jumlah belanja, kapan aktivitas transaksi terjadi, dan siapa penjualnya, tapi tidak mencatat identitas pembelinya.

Dan jika Apple Pay digunakan untuk membeli sesuatu dari promosi iAd, detail pembelian "yang tak bisa dikaitkan" dengan satu pengguna spesifik akan tercatat oleh pengiklan.

Semuanya menguntungkan dari segi dagang untuk Apple.

Apa keuntungan lain buat Apple?

Saat seorang pengguna sudah mendaftar dengan Apple Pay, mereka punya insentif tambahan untuk tetap berada dalam ekosistem Apple, sehingga perusahaan itu bisa menjual lebih banyak ponsel, jam pintar, dan tablet.

Tahun lalu, Financial Times melaporkan bahwa Apple berhasil meyakinkan bank-bank di Amerika Serikat agar mereka bisa mengambil potongan 0,15% dari tiap transaksi yang berasal dari biaya peminjam. Tak diketahui apakah Apple punya perjanjian serupa di Inggris.

Dan pengajuan hak paten terbaru menunjukkan bahwa Apple tengah menjajal kemungkinan sesama pengguna mengirimkan pembayaran pada satu sama lain dengan biaya tertentu.

Lebih banyak orang menggunakan Android daripada iOS. Lalu bagaimana?

Samsung akan segera meluncurkan layanan dompet elektronik mereka tahun ini

Sumber gambar, The Press Association

Keterangan gambar, Samsung akan segera meluncurkan layanan dompet elektronik mereka tahun ini

Samsung sudah mengatakan bahwa dompet digital mereka akan diluncurkan tahun ini.

Menurut mereka, ponsel kelas atas mereka akan segera menawarkan Samsung Pay di Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Eropa.

Selain menggunakan teknologi berbasis NFC, layanan ini juga bisa meniru gerakan menggesek bagian magnet kartu pembayaran.

Langkah ini sangat populer di Amerika Serikat karena alat pembayaran tanpa sentuh atau chip cukup jarang ditemukan.

Sementara, Google berniat untuk memperbarui layanan Google Wallet yang kini hanya ada di Amerika Serikat dengan Android Pay.

Dompet elektronik versi terbaru Google ini akan menggunakan pemindai sidik jari sekaligus juga password yang diketik atau pola yang digambar sebagai pengganti pemeriksaan ID.

Baik Samsung Pay maupun Android Pay akan menggunakan sistem keamanan berbasis token yang serupa seperti Apple.

Apakah ada layanan dompet elektronik lainnya?

Banyak.

Di Inggris saja, konsumen bisa menggunakan Pingit dan PayM dari Barclay untuk mengirim dan menerima uang menggunakan nomor HP.

PayPal - yang sudah populer untuk transfer uang online - sudah dijajal untuk pembayaran di toko maupun restoran seperti Gourmet Burger Kitchen dan Wagamama.

Layanan V.Me dari Visa memungkinkan konsumen untuk menyimpan detail kartu kredit secara aman untuk mempercepat proses transaksi di internet.

Dan yang akan muncul, layanan baru Zapp akan memungkinkan smartphone edisi lama untuk pembayaran debit di toko-toko milik Asda, Sainsbury's, House of Fraser, dan Clarks serta beberapa toko lainnya.