Apple berambisi kuasai pasar musik

Sumber gambar, pa
Minggu ini Apple bergabung dalam pasar streaming, bersaing dengan Spotify, lewat peluncuran Apple Music.
Mereka akan menawarkan masa percobaan gratis selama tiga bulan, setelah itu biayanya sama dengan penguasa pasar saat ini Spotify.
Wartawan BBC, Chris Johnston, mengatakan Apple Music memiliki kelebihan karena layanannya sudah termasuk dalam ratusan juta iPhones dan iPads yang digunakan di dunia lewat pembaruan perangkat lunak.
Sehingga Apple tidak perlu terlalu banyak melakukan pemasaran layanannya, kata Andrew Sheehy, analis utama Generator Research.
Tujuannya adalah membuat para pemakai iPhone tetap membeli layanannya, bukannya mencari keuntungan dari musik.
Meskipun demikian, perusahaan itu akan menggunakan pengaruhnya di bisnis musik untuk mendorong sejumlah musisi papan atas dunia menawarkan musik eksklusif mereka.
Pharrell Williams adalah seniman pertama yang menggunakannya. Lagu terbarunya, Freedom, sekarang hanya bisa didapat lewat Apple Music.
Demikian juga dengan <link type="page"><caption> Taylor Swift yang akan menaruhnya di sana</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/06/150622_majalah_taylorswift_apple" platform="highweb"/></link> setelah keluar dari Spotify tahun lalu.
Sheehy memperkirakan sampai 25% pengguna Apple akan membayar layanan Apple Music setelah masa percobaan berakhir.
Tim Ingham, editor situs internet Music Business Worldwide, mengatakan Apple bermaksud mendapatkan paling tidak 100 juta pelanggan setelah masa percobaan tiga bulan berakhir.










