Keuntungan Apple naik 50%

iPhones
Keterangan gambar, Penjualan iPhones di Cina meningkat tajam.

Apple mengumumkan kenaikan keuntungan 50% setelah penjualan selama musim Natal mengalami peningkatan tajam.

Penjualan produk unggulan Apple, iPhones, naik dua kali lipat dibandingkan tahun lalu.

Nilai bersih pendapatan Apple naik menjadi US$ 3.38 miliar dalam tiga bulan sampai 26 Desember, sementara angka sebelumnya setahun lalu adalah US$ 2,26 miliar.

Dalam tiga bulan terakhir, Apple mengatakan penjualan iPhones mencapai 8,7 juta, penjualan Macs naik 33%, meskipun penjualan iPod turun 8%.

Hari Rabu, perusahaan ini akan mengumumkan peluncuran produk baru, yang diperkirakan adalah komputer "tablet".

Perusahaan asal Amerika Serikat tersebut memang secara tradisional meluncurkan produk mereka pada bulan Januari, termasuk produk sebelumnya seperti iPhone dan MacBook Air.

Di New York, kemarin saham Apples naik US$ 5,33, menjadi US$ 203,08, sebelum kemudian muncul pengumuman mengenai pendapatan Apple.

Dan dalam perdagangan selanjutnya saham Apple naik lagi menjadi US$ 204,36.

Potensi penjualan

Penjualan iPhone naik tajam, karena produk tersebut sudah tersedia di Cina, yang merupakan pasar telepon genggam terbesar di dunia.

Penjualan Mac naik menjadi 3,36 juta unit, sementara penjualan iPods turun menjadi 21 juta.

Para pialang saham rata-rata terkesan dengan angka penjualan Apple.

"Angka tiga bulan terakhir ini bagus. Ini menunjukkan bahwa Apple masih memiliki banyak produk yang diinginkan oleh konsumen, meskipun terjadi resesi," kata Daniel Ernst dari lembaga riset pasar Hudson Square.

"Penjualan Macs juga bagus. Pasar Macs semakin besar dan yang menarik adalah bahwa pasar mereka sekarang baru 3,6% jadi peluangnya masih terbuka luas."

Untuk tiga bulan sampai Maret, Apple memperkirakan penjualan akan berkisar antara US$ 11 sampai US$ 11,4 miliar.

"Beberapa produk baru yang akan dikeluarkan tahun ini sangat kuat, mulai minggu ini akan ada sebuah produk baru," kata direktur eksekutif Apple Steve Jobs.