Apakah Apple akan segera memproduksi mobil?

Sumber gambar, Getty
Rumor bahwa Apple tengah mengembangkan mobil dan pada akhirnya melempar kendaraan ke pasar sudah berkembangan sejak beberapa tahun terakhir.
Kabar ini makin kencang ketika diketahui raksasa komputer yang melahirkan produk-produk fenomenal seperti iPod dan iPhone merekrut insinyur yang bekerja di Tesla.
Tesla adalah salah satu pembuat "mobil listrik terbaik" karena selain membuat mobil dengan desain elegan, mereka juga berhasil mengatasi kendala teknis mobil-mobil listrik yang sebelumnya dipasarkan.
Baterai yang mereka buat bisa menjadi sumber tenaga hingga 275 mil sekali isi, untuk model paling murah.
Apple juga merekrut insinyur dari perusahaan pembuat baterai, komponen utama dari mobil listrik.
Bloomberg bahkan memperkirakan mobil yang dikembangkan tim Apple ini akan bisa dibeli pada 2020 dan Gruber, penulis blog teknologi, yang tadinya skeptis sekarang mengatakan bahwa Apple memang serius menggarap pasar mobil.
“Ada asap pasti ada api. Dan tiba-tiba saja ada banyak asap,” kata Gruber dengan memberi perumpamaan.
Diburu konsumen

Sumber gambar, Getty
Rasanya tak berlebihan karena makin banyak analis yang menyebut mobil sebagai ponsel pintar baru (the new smarphone).
Buktinya, ajang pameran teknologi Cosumer Electronics Show (CES) di Las Vegas, Amerika Serikat, tahun ini banyak diramaikan dengan produsen-produsen mobil yang dilengkapi teknologi tinggi.
Bahkan dipamerkan pula mobil dengan teknologi berkendara otonom.
Tak berlebihan jika dikatakan CES sudah mengalahkan pameran mobil Detroit Auto Show yang digelar beberapa hari setelahnya.
“Kita tengah menyaksikan perubahan penting di bidang transportasi,” ujar Bryan Reimer, direktur Pusat Transportasi New England University, yang juga peneliti di MIT.
“Model kepemilikan mobil akan berubah secara dramatis dalam beberapa tahun ke depan, dengan makin banyak orang yang mengadopsi car sharing,” kata Reimer mengacu ke model sewa, bukan memiliki sepenuhnya seperti yang banyak kita lihat selama ini.
“Dalam konteks ini, terbuka kemungkinan masuknya pemain baru seperti Google dan Uber,” jelasnya.
Reimer meyakini pengalaman Apple membuat produk-produk yang diburu orang bisa memberi mereka keunggulan ketika masuk ke pasar kendaraan.
“Apple bisa meluncurkan mobil yang berbeda dengan mobil-mobil yang telah ada,” katanya.
Mobil otonom
Tapi kalau melihat pengalaman Google, bisa jadi upaya Apple untuk merevolusi industri mobil tidak akan gampang.
BBC Future tahun lalu mengunjungi laboratorium Google dan jelas terlihat bahwa upaya mereka mengembangkan dan memodifikasi mobil yang bisa beroperasi secara otonom perlu waktu bertahun-tahun.
Dan ketika mobil ini selesai dibuat, Google menghadapi kendala legislasi, yang memaksa mereka harus menambahkan tombol yang memungkinkan mobil otonom ini dioperasikan oleh manusia.
Jeffrey Miller, guru besar di University of Southern California, lebih pragmatis lagi.
“Terus terang saya ragu Apple ingin masuk ke pasar mobil,” kata Miller seraya menambahkan bahwa fokus Apple adalah membuat teknologi untuk mobil, bukan memproduksi mobil secara fisik.
“Google dan Apple sudah bersaing membuat perangkat lunak yang dipasang di mobil, dan bisa jadi di masa depan mereka juga bersaing mengembangkan perangkat lunak yang membuat mobil bisa beroperasi sendiri,” katanya.
Pada aspek perangkat lunak ini, Miller melihat masih ada kendala karena komputer belum sepenuhnya secara akurat bisa membedakan antara rintangan bergerak dan tak bergerak di jalan.
Tunggu hingga 'matang'

Sumber gambar, Getty
Tantangan yang dihadapi para insinyur dan perancang tidak berhenti sampai di situ.
“Salah satu tantangan terbesar Apple adalah mereka tak punya pengalaman terjun di industri yang memiliki regulasi yang sangat kompleks,” kata Reimer yang meyakini industri elektronik sangat berbeda dengan industri kendaraan.
Kita tahu industri ini diatur dengan sangat ketat oleh berbagai regulasi dan sering kali regulasi ini tidak sama di setiap negara.
“Tapi tentu tetap ada peluang bagi Apple,” kata Reimer.
Apple bukan pelopor. Perusahaan yang didirikan oleh almarhum Steve Jobs dan Steve Wozniak ini dikenal meluncurkan produk yang benar-benar “matang”.
Mereka tak mau tergesa-gesa atau melempar produk yang harus mengalami kompromi di sana-sini.
Para analis sepakat, kalau pada akhirnya Apple memproduksi iCar -ini mungkin nama yang diambil- mereka akan bersaing dengan nama-nama besar yang sudah mapan, yang sudah terjun di industri ini selama berpuluh-puluh tahun.
Ini bukan berarti mengecilkan Apple, perusahaan yang memiliki cadangan uang yang sangat besar, berkat keuntungan yang didapat dari penjualan komputer, telepon genggam, tablet, dan jam tangan.
Pendek kata, tak ada yang tak mungkin bagi Apple. Nothing is impossible…
<italic>Anda bisa membaca tulisan Jack Stewart dalam bahasa Inggris: <link type="page"><caption> Could Apple be really about to make make cars?</caption><url href="http://www.bbc.com/future/story/20150220-could-apple-really-make-cars" platform="highweb"/></link> di <link type="page"><caption> BBC Future</caption><url href="http://www.bbc.com/future" platform="highweb"/></link>. </italic>












