Kenapa orang Amerika tidak senang mobil disel?

Sumber gambar, Thinkstock
Diesel dulunya adalah bahan bakar yang kotor dan kata yang tak ingin diucapkan, tapi teknologi terbaru telah menyelesaikan masalah itu. Itu kenapa orang di luar Amerika Serikat berpikir bahwa pilihan antara mobil bensin dan disel sudah lama disimpulkan.
Mobil turbodisel 1,6 liter menghasilkan tenaga putaran lebih besar daripada mesin bensin, tapi dengan efisiensi bahan bakar setara dengan mesin yang lebih kecil. Di Inggris Raya, penjualan mobil disel lebih dari separuh penjualan mobil, dan bahkan dengan statistik seperti itu, orang Inggris ketinggalan dibandingan negara Eropa lain yang telah lama memilih mobil bermesin disel.
Lalu mengapa orang Amerika tidak mau mengendarai mobil disel? Dari perspektif orang Eropa, mobil disel akan cocok sekali dengan gaya berkendara di Amerika, dimana otot kita bisa santai pada putaran rpm rendah ketika melaju pada jaringan jalan lebar antar negara bagian yang bikin iri banyak orang di dunia. Lebih banyak melaju berarti lebih sedikit pengisian bahan bakar, dan peningkatan penghematan bahan bakar, secara teori, dalam semalam bisa membawa satu lompatan besar dalam kendaraan di Amerika untuk mencapai target presiden Amerika 54.5 mpg rata-rata nasional pada tahun 2025. Sederhanya, disel seharusnya “berhasil” dipakai di amerika.
“Tapi apa sih yang diketahui orang Inggris soal pasar mobil di Amerika?” begitu orang Amerika bisa berpendapat. Banyak. Misalnya, dan ini penting, pasar disel di Amerika serupa dengan di Inggris Raya tiga puluh tahun lalu.

Sumber gambar, Thinkstock
Di Inggris Raya dekade 1980-an, mesin disel itu disingkirkan. Mereka diminta mengisi ulang bahan bakar di bagian belakang SPBU, di antara truk, dipandang oleh para pengemudi mobil bensin dengan gabungan antara rasa kasihan dan kesombongan. Ini dengan asumsi mobil disel bisa menemukan tempat pengisian ulang, karena tak semua SPBU menyimpan bahan bakar solar untuk mesin disel.
Ketidaktersediaan bahan bakar disel ini menyebabkan perbedaan besar dalam harga. Sebagai satu-satunya SPBU yang menyimpan solar dalam radius 25 mil, pedagang bisa menjual harga semau-maunya. <link type="page"><caption> Sebuah survei harga solar di Amerika</caption><url href="http://fuelgaugereport.aaa.com/" platform="highweb"/></link> memberi gambaran menyebalkan bagaimana kelangkaan bisa menghasilkan naik turun harga yang drastis, dengan perbedaan bisa sampai 50 sen per galon. Namun dengan lebih banyak pembeli bahan bakar solar, hukum permintaan pasar akan berlaku, pemasok akan semakin banyak, dan membuat harga menuju penyesuaian.
Dengan kebutuhan untuk penyulingan rendah belerang, solar tak selalu berarti lebih murah ketimbang premium di Amerika. Dan solar juga lebih mahal di Eropa, tapi sekalipun orang Eropa mengeluh terhadap solar, mereka paham penghematan yang bisa dilakukan. Konsumsi solar biasanya 30% lebih baik ketimbang bensin, dan dengan harga sekitar $8, ini bukan keuntungan yang main-main.

Sumber gambar, Thinkstock
Perhatikan juga, ada dua faktor penting yang menguntungkan bagi kantong orang Eropa: bahan bakar dengan peringkat cetane yang lebih tinggi mempermudah pengendalian emisi nitrogen oksida (NOx), dan standar emisi di Uni Eropa dapat dibandingkan dengan standar kasta kedua di Amerika Serikat, kecuali pada emisi NOx. Bahkan pada 6 standar emisi Uni Eropa (<link type="page"><caption> yang jatuh tempo pada tahun 2015</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/news/science-environment-18967010" platform="highweb"/></link>) tidak bisa dibandingkan dengan aturan ketat di Amerika yang membatasi emisi yang menyebabkan kabut asap dan hujan asam.
Dibandingkan dengan mesin yang boros bensin, sulit untuk mengendalikan emisi NOx pada mesin disel. Inilah mengapa, untuk memenuhi standar emisi yang lebih ketat, emisi di Amerika disyaratkan untuk menggunakan sistem pengelolaan yang lebih mahal, yang dapat mengurangi jumlah partikel yang keluar dari knalpot. Mesin disel harganya secara umum sudah lebih mahal ketimbang mesin bensin dengan adanya turbo dan sistem injeksi yang kompleks. Sistem pengelolaan ini akan membuat mesin disel jadi lebih mahal lagi.
Tapi, ini dia: semua itu layak. Solar dulu dikenal sebagai bahan bakar kotor dan menjadi kata yang tidak ingin diucapkan, tapi perkembangan teknologi terbaru telah mengatasi masalah itu. Itulah mengapa di seluruh dunia – kecuali Amerika- pilihan antara mesin bensin atau disel sudah selesai. Bahkan dengan segala biaya tambahan yang dikenakan kepada konsumen, tambah pula peralatan untuk memenuhi standar emisi, kenikmatan kendaraan bermesin disel sulit untuk dibantah.
Ini saat paling tepat, Amerika, untuk memberi kesempatan kepada mesin disel.
Silakan baca artikel ini dalam bahasa Inggris di sini, <link type="page"><caption> Why Americans do not buy diesel</caption><url href="http://www.bbc.com/autos/story/20130109-why-do-americans-not-buy-diesels" platform="highweb"/></link> dan artikel lain di <link type="page"><caption> BBC Auto</caption><url href="http://www.bbc.com/autos" platform="highweb"/></link>.









