Pramugari 'insiden kacang' gugat Korean Air

Korean Air

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Korean Air sudah meminta maaf atas 'insiden kacang' yang membuat keberangkatan pesawan terlambat.

Seorang pramugari Korea Selatan menuntut maskapai Korean Air dan mantan pimpinannya yang sudah dipenjara terkait yang disebut 'insiden kacang'.

Penasehat hukum Kim Do-hee menuduh Heather Cho menyerang pramugari itu secara lisan dan fisik karena <link type="page"><caption> dia menyuguhkan kacang dalam bungkusan </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2014/12/141208_pramugari_kacang_korea" platform="highweb"/></link>dan bukan di atas piring.

Insiden itu terjadi ketika pesawat yang membawa Heather Cho akan lepas landas dari bandara JFK, New York, pada 5 Desember lalu yang menyebabkan keberangkatan pesawat menjadi terlambat.

Heather Cho -yang saat itu menjabat Wakil Direktur Korean Air dan putri direktur utamanya- meminta pesawat kembali ke terminal untuk menurunkan pramugari Kim Do-hee.

Heather Cho

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Heather Cho (tengah) sudah diganjar satu tahun penjara karena melanggat UU Penerbangan.

Gugatan perdata Kim diajukan di New York untuk menuntut ganti rugi atas gangguan karier, reputasi, kondisi emosinya.

Disebutkan Cho berteriak memaki dan juga memukul Kim yang menawarkan kacang tidak di atas piring.

Selain itu, Kim juga merasa dipaksa berbohong kepada penyidik pemerintah untuk menutup-nutupi insiden tersebut dan agar tampil di depan umum dengan diatur demi memulihkan citra Cho.

Juru bicara Korean Air mengatakan kepada BBC mereka tidak memberikan komentar atas gugatan Kim tersebut.

Bulan Februari, <link type="page"><caption> pengadilan Korea Selatan sudah menjatuhkan hukuman satu tahun terhadap Cho</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/02/150212_korea_heather_vonis" platform="highweb"/></link> karena terbukti melanggar Undang-undang Penerbangan.