Insiden 'kacang bungkus', mantan eksekutif Korsel diadili

Cho Hyan-Ah

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Cho Hyan-Ah ditampilkan di hadapan media beberapa waktu lalu.

Sidang dengan terdakwa eksekutif maskapai penerbangan Korean Air, yang marah ketika pramugari menyajikan kacang di dalam bungkusan dan bukan di atas piring, dimulai di Seoul.

<link type="page"><caption> Cho Hyan-Ah</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/search/?q=kacang%20korean%20air" platform="highweb"/></link> hadir dalam sidang Senin (19/01) dengan mengenakan pakaian seragam penjara berwarna hijau, setelah ditahan tiga minggu lalu.

Ia dituduh melanggar undang-undang keselamatan penerbangan dan membahayakan keselamatan penumpang dengan memerintahkan pesawat kembali ke pintu parkir pesawat ketika pesawat sudah siap terbang.

Keberangkatan pesawat tertunda selama 20 menit dari New York ke Bandara Incheon, Korea Selatan, Desember lalu.

"Kesalahan pramugari di kabin kelas utama" itu adalah tidak menyuguhkan kacang di atas piring dan keberangkatan pesawat tertunda.

Kala itu Cho Hyan-Ah masih menjabat sebagai eksekutif maskapai penerbangan Korea Selatan dan mengadakan perjalanan pribadi. Ia duduk di kelas bisnis.

Pramugari menyajikan kacang di dalam bungkus, tidak di atas piring.

Kepala awak kabin mengatakan Cho, putri bos Korean Air, memaksanya bertekuk lutut dan memerintahkan agar ia dikeluarkan dari pesawat dalam insiden yang disebut sebagai "kemarahan kacang".