Heather Cho mundur karena 'insiden kacang'

Sumber gambar, AFP
Wakil Presiden maskapai Korean Air, Cho Hyun-ah atau Heather Cho, mengundurkan diri setelah 'insiden kacang' yang membuat heboh Korea Selatan.
<link type="page"><caption> Cho meminta seorang pramugari diturunkan dari pesawat</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2014/12/141208_pramugari_kacang_korea" platform="highweb"/></link> dalam penerbangan dari New York ke bandara Incheon, Korea Selatan, Jumat (05/12) pekan lalu.
Kesalahan pramugari di kabin kelas utama itu adalah tidak menyuguhkan kacang di atas piring dan keberangkatan pesawat tertunda sekitar 20 menit.
Setelah insiden itu menjadi bahan pembicaraan, <link type="page"><caption> Korean Air meminta maaf terkait insiden tersebut,</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2014/12/141209_koreanair_kacang_maaf" platform="highweb"/></link> yang memicu kritik dari warga Korea Selatan yang selama ini memandang miring perilaku beberapa orang kaya di sana.
Korean Air mengukuhkan penerbangan 86 pada tanggal 5 Desember ditunda di bandara John F Kennedy, New York, karena 'insiden kacang' namun keputusan menurunkan pramugari diambil oleh kapten.
Kementerian Perhubungan Korea Selatan dilaporkan melakukan penyelidikan atas insiden ini untuk mengetahui apakah tindakan Heather Cho melanggar undang-undang penerbangan.

Sumber gambar, AFP
Cho, yang berusia 40 tahun, merupakan putri tertua dari Presiden Direktur Korean Air, Cho Yang-ho. Kedua saudaranya juga menduduki jabatan eksekutif di maskapai itu.
Keluarga Cho memiliki 10% saham Korean Air Lines Co, yang merupakan bagian dari kerajaan bisnis di sektor perjalanan, logistik, hotel, dan pusat hiburan.
Perekonomian Korea Selatan didominasi oleh konglomerat-konglomerat keluarga yang dikenal dengan istilah chaebol.









