Putri dirut Korea Air divonis satu tahun penjara

Saat insiden terjadi, Heather Cho adalah wakil direktur maskapai Korea Air.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Saat insiden terjadi, Heather Cho adalah wakil direktur maskapai Korea Air.

Pengadilan Korea Selatan menjatuhkan hukuman satu tahun penjara kepada putri direktur utama maskapai Korea Air yang memaksa pesawat memutar balik karena masalah sajian kacang.

Heather Cho alias Hyun-ah terhindar dari <link type="page"><caption> hukuman maksimal</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2014/12/141231_korean_air_cho_tahan" platform="highweb"/></link> 10 tahun penjara atas tuduhan pelanggaran undang-undang penerbangan.

“Ini adalah kasus yang melibatkan penginjakan terhadap martabat manusia,” kata Hakim Oh Sung-woo

Insiden itu bermula ketika Heather marah besar lantaran <link type="page"><caption> disuguhi kacang</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2014/12/141212_koreaair_heathercho_mintamaaf" platform="highweb"/></link> dalam paket kecil, bukan di atas piring.

Dia lalu memerintahkan pilot pesawat Korea Air untuk memutar balik ke garbarata guna menurunkan kepala pramugara. Padahal pesawat itu tengah meluncur untuk bersiap lepas landas dari Bandara JFK, NewYork, pada 5 Desember 2014 lalu.

Ayahnya, yang merupakan direktur utama Korean Air, Cho Yang-Ho, telah meminta maaf atas "tindakan bodoh" putrinya.

Tak lama berselang Heather Cho mundur dari semua jabatannya di sejumlah perusahaan Cho yang dimiliki oleh keluarga Hanjin Group, termasuk Korean Air.

Hanjin Group adalah salah satu keluarga konglomerat atas di Korea Selatan, yang disebut Chaebol.

Para wartawan mengatakan insiden itu telah memicu perdebatan di Korea Selatan tentang apakah sejumlah perusahaan keluarga besar negara terlalu didominasi anak-anak para pemilik.