Awak pesawat Korean Air merasa diperlakukan 'seperti budak'

Sumber gambar, Reuters
Awak pesawat yang menjadi "korban kemarahan" mantan pejabat tinggi maskapai Korean Air, Cho Hyun-ah, mengatakan bahwa dirinya diperlakukan seperti budak.
Pernyataan ini ia sampaikan saat memberikan kesaksian dalam pengadilan hari Senin (02/02).
Di persidangan awak pesawat ini mengatakan bahwa Cho Hyun-ah "marah besar" setelah disuguhi kacang dalam bungkusan, bukan di atas piring atau mangkuk, seperti yang ia inginkan.
Karena Cho Hyun-ah marah-marah dan berteriak, awak pesawat mengatakan dirinya sulit untuk berbicara secara baik-baik.
Dikatakan pula bahwa Cho Hyun-ah, yang merupakan anak bos Korean Air, beberapa kali memukul tangan awak pesawak dengan komputer tablet.
Saat insiden terjadi Cho Hyun-ah, yang juga dikenal dengan nama Heather Cho, meminta pilot mengarahkan pesawat, yang siap untuk terbang, kembali gate agar awak pesawat ini bisa diturunkan.
Gara-gara kasus kacang ini Cho Hyun-ah diberhentikan sebagai wakil presiden Korean Air dan ia kemudian <link type="page"><caption> meminta maaf kepada publik</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2014/12/141212_koreaair_heathercho_mintamaaf.shtml" platform="highweb"/></link>.
Jika dinyatakan bersalah, Cho Hyun-ah bisa dipenjara maksimal selama sepuluh tahun karena <link type="page"><caption> mengganggu penerbangan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2014/12/141208_pramugari_kacang_korea.shtml" platform="highweb"/></link> tanpa alasan yang jelas.










