Mantan eksekutif Korean Air diselidiki

Sumber gambar, AP
Kementerian Transportasi Korea Selatan meminta jaksa untuk menyelidiki mantan eksekutif Korean Air yang menunda penerbangan awal bulan Desember akibat tidak terima dengan cara kru kabin menyuguhinya kacang di pesawat.
Heather Cho, putri direktur utama maskapai Korean Air, dapat menghadapi tuntutan atas pelanggaran hukum keselamatan penerbangan menyusul sikapnya terhadap seorang kru kabin.
Pramugari di kabin kelas utama itu tidak menyuguhkan kacang di atas piring dan Cho pun meminta agar pramugari tersebut diturunkan dalam penerbangan dari New York ke Bandara Incheon, Korea Selatan.
Sikap Heather Cho tersebut membuat keberangkatan pesawat tertunda sekitar 20 menit.
Pejabat kementerian transportasi mengatakan bahwa Korean Air memaksa karyawan untuk berbohong selama penyelidikan pemerintah atas insiden itu.
Akibatnya, Korean Air dapat menghadapi larangan terbang penerbangan atau denda sebesar US$1,3juta.
Sebelum 'insiden kacang', Heather Cho alias Cho Hyun-ah menjabat Wakil Direktur maskapai Korean Air.
Dia <link type="page"><caption> mengundurkan diri</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2014/12/141209_majalah_lain_korean_air" platform="highweb"/></link> beberapa hari setelah 'insiden kacang' yang membuat heboh Korea Selatan tersebut.









