Rubel mencapai nilai terendah terbaru

Sumber gambar, EPA
Mata uang Rubel anjlok lagi dan mencapai rekor terendah atas dolar Amerika Serikat dan euro, Selasa 16 Desember 2014.
<link type="page"><caption> Kemarin rubel mencapai nilai terendah dengan 60 rubel untuk US$1</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2014/12/141215_bisnis_rusia_rouble" platform="highweb"/></link> meskipun Bank Sentral Rusia campur tangan untuk menjaga stabilitasnya.
Untuk mencegah penurunan lebih lanjut, Bank Sentral sudah menaikkan tingkat suku bunga, dari 10,5% menjadi 17%.
Sepanjang tahun ini, rubel sudah kehilangan 50% nilainya, antara lain akibat jatuhnya harga minyak dunia dan saksi Barat atas negara itu -terkait dengan konflik di Ukraina timur- mulai memukul perekonomian Rusia.
Pekan lalu Bank Sentral sudah menaikkan tingkat suku bunga sebesar 1% namun ternyata dampaknya tidak banyak.
Setelah tingkat suku bunga dinaikkan menjadi 17%, nilari rubel sempat membaik dari 67 rubel per US$1 menjadi 58 rubel namun kemudian anjlok lagi hari ini menjadi 63 rubel uhtuk satu dolar.
Pemerintah Moskow sebelumnya <link type="page"><caption> perekonomian akan jatuh ke resesi</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2014/12/141202_rusia_resesi" platform="highweb"/></link> tahun 2015 dengan menyusut 0,8% pada tahun 2015, setelah sebelumnya diperkirakan tumbuh 1,2%.
Di Jakarta, Menko Perekonomian Indonesia, Sofjan Djalil, mengatakan turunnya nilai tukar rupiah -yang terendah sejak krisis keuangan 1998- disebabkan oleh faktor eksternal, antara lain menurunnya nilai rubel ini.









