Presiden Putin tuduh AS mau menaklukkan Rusia

Presiden Vladimir Putin

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Presiden Vladimir Putin menyatakan tidak ada yang pernah berhasil menaklukkan Rusia.

Presiden Rusia, Vladimir Putin, menuduh Amerika Serikat berupaya untuk menaklukkan Rusia.

Di hadapan para anggota partai pimpinannya, Putin mengatakan sebelumnya tidak pernah ada yang berhasil dalam hal tersebut dan tidak akan pernah ada.

"Mereka tidak ingin mempermalukan kita, mereka ingin menaklukkan kita, memecahkan persoalan mereka dengan mengorbankan kita," pada akhir pertemuan dengan para pendukungnya yang dilaporkan berlangsung selama empat jam.

Dia juga mendesak perusahaan-perusahaan Rusia, termasuk di sektor pertanian dan pertahanan, untuk meningkatkan penjualan di dalam negeri untuk <link type="page"><caption> menanggapi sanksi negara-negara Barat atas Rusia. </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/06/140621_as_sanksi_rusia_ukraina" platform="highweb"/></link>

Komentar Putin ini muncul menyusul tuduhan negara-negara Barat bahwa pemerintah Moskow mendukung kelompok separatis bersenjata di Ukraina timur.

Ukraina timur

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Rusia dituduh mendukung kelompok pemberontak bersenjata di Ukraina timur.

Dalam pertemuan puncak G-20 akhir pekan di Brisbane, Australia, <link type="page"><caption> para pemimpin negara Barat mendesak Rusia</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/11/141115_g20_putin_ukraina" platform="highweb"/></link> agar menghormati gencatan senjata di Ukraina.

Sementara itu Menteri Luar Negeri Jerman, Frank Walter Steinmer, yang sedang berkunjung ke Moskow mengatakan sepakat untuk bekerja sama dengan Menlu Rusia, Sergei Lavrov, dalam program untuk memutus hubungan dengan kelompok pemberontak.

Namun Steinmer menegaskan tidak ada landasan untuk optimis atas situasi saat ini.

Sebelumnya NATO memperingatkan terjadinya <link type="page"><caption> peningkatan militer Rusia di dalam Ukraina</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/11/141112_nato_ukraina" platform="highweb"/></link> dan juga di perbatasan dalam wilayah Rusia.