Rusia terancam resesi ekonomi tahun 2015

Sumber gambar, Reuters
Pemerintah Rusia memperingatkan perekonomian akan jatuh ke resesi tahun 2015 sebagai akibat turunnya harga minyak dan juga dampak sanksi negara Barat terkait peran Rusia dalam konflik di Ukraina timur.
Kementerian Pembangunan Ekonomi Rusia mengatakan perekonomian akan menyusut 0,8% pada tahun depan, setelah sebelumnya diperkirakan tumbuh 1,2%.
"Ramalan saat ini didasarkan pada turunnya GDP Sebesar 0,8% pada 2015, berbeda dengan ramalan pertumbuhan sebelumnya sebesar 1,2%," jelas wakil perdana menteri, Alexi Vedev.
Ketergantungan pemasukan negara atas pajak pendapatan dari industri minyak membuat perkenomiannya amat sensitif atas pergerakan harga minyak global, yang belakangan ini menurun.
Pendapatan rumah tangga juga diperkirakan turun sebesar 2,8%, cukup jauh dari perkiraan awal dengan pertumbuhan 0,4%.
Harga minyak dunia turun hampir 90% sejak musim panas karena pasokan yang berlebih setelah Amerika Serikat meningkatkan produksi minyaknya.
Hari Senin (01/12) mata uang rubel juga mengalami penurunan terburuk dalam satu hari sejak tahun 1998.
Nilai rubel anjlok atas dolar Amerika Serikat sempat turun sampai 9% sebelum menguat kembali karena campur tangan bank sentral Rusia. Mata uang itu sudah kehilangan 40% nilainya sepanjang tahun ini.
<link type="page"><caption> Negara-negara Barat menjatuhkan sanksi ekonomi atas Moskow</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/11/141115_g20_putin_ukraina" platform="highweb"/></link> karena dianggap mendukung kelompok pemberontak di Ukraina timur.









