Universitas Inggris diminta bantu Burma

Pemimpin oposisi Burma Aung San Suu Kyi menyerukan kepada perguruan-perguruan tinggi di Inggris untuk membantu membangun kembali universitas di negaranya yang ia katakan dihacurkan oleh pemerintah militer.
Pemenang hadiah Nobel Perdamaian itu menyampaikan seruan lewat pesan video kepada para pemimpin perguruan tinggi Inggris dalam pertemuan di London, seperti dillaporkan wartawan BBC Sean Coughlan.
Sejumlah perwakilan dari Burma diundang ke sejumlah universitas di Inggris.
"Fokus pemerintah militer adalah menegakkan disiplin, bukan memberikan pendidikan," kata <link type="page"><caption> Aung San Suu Kyi</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/03/130327_burma_aungsansuukyi_militer.shtml" platform="highweb"/></link>.
Oleh karena itu, kualitas pendidikan tinggi sekarang perlu ditingkatkan.
Kehidupan kampus
"Sekarang standar pendidikan kami begitu rendah sehingga lulusan perguruan tinggi tidak memiliki apa-apa kecuali foto wisuda untuk menunjukkan waktu yang mereka habiskan bertahun-tahun di universitas," lanjut Suu Kyi.
Ia mengatakan Burma perlu mengembangkan sistem universitas moderen yang independen yang bisa memberikan jaminan kebebasan akademis.
Menurut pemimpin oposisi yang pernah lama berada di tahanan itu, kehidupan kampus perlu diremajakan guna mendorong generasi muda bertemu dan bertukar pikiran.
"Sementara universitas-universitas di Burma terisolasi, globalisasi dan kompetisi internasional di pendidikan tinggi telah meningkat pesat," lapor Sean Coughlan.
Belakangan ditempuh upaya baru untuk menghubungkan perguruan tinggi Burma dengan negara lain. Tahun ini Amerika Serikat telah mengirimkan delegasi perguruan tinggi dan mengumumkan serangkaian kemitraan.









