Universitas Inggris perebutkan lulusan top

Mahasiswa di Inggris
Keterangan gambar, Dana pemerintah dipangkas dan perguruan tinggi boleh memungut biaya lebih besar.

Universitas-universitas Inggris mungkin akan memperebutkan sekitar 115.000 lulusan terbaik sekolah menengah pada tahun akademik 2013 ini.

Perkiraan itu dibuat oleh Dewan Dana Pendidikan Tinggi berdasarkan perubahan peraturan baru-baru ini. Calon mahasiswa dengan nilai setidaknya satu A dan dua B tidak akan dikenakan pembatasan jumlah.

Setelah universitas sekarang boleh menerima sebanyak mungkin calon mahasiswa dengan nilai itu, maka perguruan tinggi akan berlomba-lomba menarik lulusan terbaik.

Pada tahun akademi lalu tidak ada pembatasan jumlah calon mahasiswa yang mengantongi sedikitnya dua A dan satu B. Jumlah pelamar saat itu mencapai 85.000.

Tetapi tahun ini, karena tidak ada pembatasan bagi calon mahasiswa dengan nilai lebih rendah dari satu A dan dua B, maka sekitar 30.000 orang lainnya diperkirakan memenuhi syarat masuk perguruan tinggi.

Biaya pendidikan mahal

Jadi totalnya mencapai 115.000 orang, kata Dewan Dana Pendidikan Tinggi (HEFCE). Angka ini belum termasuk jumlah di Wales, Skotlandia dan Irlandia Utara.

DR Wendy Piatt, direktur jenderal Russell Group -yang mewakili sejumlah perguruan tinggi tinggi ternama- mengatakan keputusan pemerintah untuk menurunkan ambang batas nilai sudah tepat.

"Ini merupakan langkah masuk akal yang seharusnya memungkinkan calon mahasiswa kompeten untuk mempunyai kebebasan lebih besar untuk dapat diterima di salah satu bidang studi pilihan mereka," jelas DR Piatt.

Angka tersebut diungkap oleh HEFCE ketika badan tersebut mengumumkan rincian pendanaan pendidikan tinggi untuk tahun akademik 2013-2014. Dana sebesar £4,4 miliar akan dialokasikan untuk perguruan tinggi.

Berdasarkan perombakan pendanaan menyusul krisis keuangan yang melanda Inggris, dana dari HEFCE untuk pengajaran dipangkas. Sebagai gantinya, universitas boleh memungut biaya pendidikan lebih tinggi, maksimal ditetapkan £9.000 per tahun atau sekitar Rp135 juta.

Satu laporan baru-baru ini menyatakan bahwa jumlah mahasiswa yang menempuh <link type="page"><caption> kuliah paruh waktu</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2013/03/130314_pendidikan_inggris_mahasiswa_kuliah_paruhwaktu.shtml" platform="highweb"/></link> di Inggris mengalami penurunan tajam di tengah resesi dan kenaikan sumbangan pembinaan pendidikan.