Mahasiswa paruh waktu di Inggris berkurang

Mahasiswa
Keterangan gambar, Penurunan mahasiswa paruh waktu dikhawatirkan berdampak buruk bagi kualifikasi.

Jumlah mahasiswa yang menempuh kuliah paruh waktu di Inggris mengalami penurunan tajam di tengah resesi dan kenaikan sumbangan pembinaan pendidikan.

Berdasarkan laporan Impact of the 2012 Reforms yang dikeluarkan Dewan Dana Pendidikan Tinggi England (HEFCE), jumlah mahasiswa yang mendaftar untuk kuliah paruh waktu turun 40% sejak 2010. Ini berarti jumlah mereka turun sebanyak 105.000 orang.

Jumlah mahasiswa kuliah paruh waktu pada tahun ajaran baru tahun 2012 turun sekitar 30% dibanding jumlah tahun sebelumnya.

Data ini berlaku untuk wilayah England, dan belum termasuk di Wales dan Skotlandia.

HEFCE menyebutkan resesi ekonomi dan kenaikan SPP yang mulai diberlakukan pada tahun ajaran baru 2012 mungkin menjadi faktor penyebab penurunan minat kuliah paruh waktu, meskipun mereka sebenarnya dapat mengajukan pinjaman bank.

"Masukan dari universitas sekolah tinggi menunjukkan bahwa banyak mahasiswa dan perusahaan yang mengirim mahasiswa kuliah mungkin tidak memahami penuh sistem baru, atau khawatir bahwa mereka tidak akan mendapat cukup nilai tambah atas biaya yang lebih besar," laporan HEFCE.

Dampak pada kualifikasi

Mahasiswa di Inggris
Keterangan gambar, Kenaikan sumbangan pembinaan pendidikan mulai diberlakukan tahun ajaran baru 2012.

SPP bagi banyak mahasiswa paruh waktu biasanya sebagian atau bahkan sepenuhnya ditanggung oleh perusahaan tempat mereka bekerja.

Laporan sebelumnya menyebutkan <link type="page"> <caption> pendaftaran masuk universitas Inggris turun</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2013/01/130104_pendidikan_peminat_universitas_inggris.shtml" platform="highweb"/> </link> selama dua tahun berturut-turut sejak sumbangan pembinaan pendidikan ditetapkan naik maksimum £9.000 per tahun atau sekitar Rp135 juta.

Kenaikan SPP ini ditempuh sebagai bagian dari pengetatan anggaran pemerintah sehingga universitas tidak bisa lagi mengandalkan bantuan pemerintah.

Menurut HEFCE, mahasiswa yang menempuh kuliah paruh waktu biasanya adalah orang yang sudah dewasa dan berlatar belakang bukan kaya.

Oleh karena itu, lanjut HEFCE, penurunan mahasiswa paruh waktu mungkin akan berdampak buruk bagi komitmen pemerintah untuk meningkatkan keterampilan dan kualifikasi bagi penduduk Inggris.