Aktivis Thailand dipenjara karena hina raja

protes di Thailand
Keterangan gambar, Unjuk rasa kelompok baju merah di Bangkok tahun 2010 menduduki tempat-tempat penting.

Seorang aktivis politik Thailand dipenjara selama dua tahun karena menghina kerajaan dalam pidato tahun 2010.

Aktivis kelompok 'baju merah' dan sekaligus pelawak Yossawaris Chuklom, yang menggunakan nama panggung Jeng Dokchik, berpidato dalam rapat besar di Bangkok selama unjuk rasa politik.

Berdasarkan undang-undang Thailand, menghina kerajaan dapat terjerat hukuman penjara maksimal 15 tahun.

Pihak kritikus mengatakan undang-undang itu digunakan untuk menekan kebebasan berbicara.

Thailand mengalami guncangan politik sejak kudeta militer tahun 2006 yang berakhir dengan digulingkannya Perdana Menteri Thaksin Shinawatra saat itu.

Thaksin saat ini tinggal di pengasingan.

Akan banding

Pada tahun 2010 pengunjuk rasa 'baju merah' - banyak di antaranya pendukung Thaksin- menduduki sejumlah tempat kunci di Bangkok dan menuntut Perdana Menteri Abhisit Vejjajiva mundur.

Lebih dari 90 orang meninggal -termasuk warga sipil dan tentara- tewas dalam unjuk rasa yang berlangsung selama lebih dari dua bulan.

Pengacara Yossawaris, Thamrong Lakdaen, mengatakan ia sebelumnya dihukum tiga tahun namun hakim mengurangi hukuman karena ia memberikan bukti berguna dalam sidang.

Thamrong mengatakan kliennya ingin mengajukan banding atas hukuman itu dan akan mengajukan bebas dengan jaminan.

Yossawaris saat ini bekerja sebagai penasehat menteri perdagangan Thailand dalam pemerintahan yang dipimpin adik Thaksin, Yingluck Shinawatra.