Mantan PM Thailand didakwa dengan pembunuhan

Abhisit Vejjajiva
Keterangan gambar, Abhisit Vejjajiva saat ini merupakan anggota parlemen dari kubu oposisi.

Mantan Perdana Menteri Thailand, Abhisit Vejjajiva, didakwa dengan pembunuhan seorang supir taksi dalam aksi unjuk rasa pada Mei 2010.

Dakwaan atas Abhisit dan mantan wakil perdana menteri ini merupakan yang pertama sehubungan dengan kekerasan selama berbulan-bulan antara aparat keamanan dan kelompok antipemerintah.

Departemen Penyidikan Khusus, DSI -yang merupakan bagian dari Departemen Kehakiman- mendakwa Abhisit Vejjajiva dan Suthep Thaugsuban karena dianggap berperan dalam insiden tewasnya sopir taksi tersebut.

"Mereka didakwa dengan membiarkan pasukan keamanan menggunakan senjata dan peluru tajam yang pada akhirnya menyebabkan kematian warga sipil," tutur Kepala DSI, Tarit Pengdith kepada para wartawan pada Kamis (06/12).

Tarit menambahkan bahwa tentara yang bertindak karena perintah atasan tidak bisa didakwa.

Tidak ditangkap

Unjuk rasa Thailand
Keterangan gambar, Kekerasan dalam unjuk rasa 2010 menewaskan sedikitnya 80 orang.

Keputusan mendakwa kedua mantan pejabat tinggi itu -menurut DSI- didasarkan pada sejumlah keterangan saksi mata dan juga keputusan pengadilan yang menyatakan supir taksi itu, Phan Kamkong, tewas ditembak aparat keamanan.

Keduanya akan mendapat surat panggilan untuk memberi keterangan Rabu 12 Desember dan DSI tidak akan mengeluarkan surat penangkapan.

Abhisit dan Suthep saat ini merupakan anggota parlemen dari kubu oposisi setelah kalah dalam pemilihan umum 2011. <link type="page"> <caption> Perdana Menteri saat ini adalah Yingluck Shinawatra</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2011/07/110703_thaksinsis.shtml" platform="highweb"/> </link>, adik dari mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra yang digulingkan oleh kudeta militer pada tahun 2006.

Dalam gelombang unjuk rasa yang dilakukan pendukung Thaksin Shinawatra itu -yang disebut kelompok Kaus Merah- sedikitnya 80 orang tewas akibat kekerasan di ibukota Bangkok.

Abhisit sebelumnya menegaskan bahwa pemimpin unjuk rasa seharusnya bertangungg jawab karena pemerintah tidak punya pilihan selain mengambil tindakan tegas.