Pemimpin protes Thailand didakwa

Pengadilan Thailand mendakwa beberapa pemimpin unjuk rasa antipemerintah yang berlangsung pada tahun 2008.
Para terdakwa -antara lain Sondhi Limthongkul dan Chamlong Srimuang- berasal dari kelompok oposisi Aliansi Rakyat untuk Demokrasi yang dikenal sebagai kelompok Kaus Kuning yang menentang pemerintahan <link type="page"> <caption> Thailand</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/thailand/" platform="highweb"/> </link> partai pimpinan mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra.
Jika terbukti bersalah mereka terancam hukuman lima tahun penjara karena menyerbut kantor perdana menteri dan menutup gedung parlemen.
Unjuk rasa pada tahun 2008 itu mereka lancarkan untuk menentang pemerintahan Samak Sundaravej -yang merupakan pendukung Thaksin yang digulingkan lewat kudeta militer dua tahun sebelumnya.
Setelah kudeta militer atas Thaksin pada tahun 2006, pemilihan umum dimenangkan oleh pengikut Thaksin dan kelompok Kaus Kuning melancarkan aksi unjuk rasa yang berhasil menjatuhkan pemerintahan Sundaravej.
Masyarakat terpecah
Masyarakat Thailand tampaknya masih terpecah antara pendukung Thaksin dan penentang Thaksin sejak berlangsungnya kudeta militer tersebut.
Saat ini adik Thaksin, Yingluck Shinawatra, yang menjabat perdana menteri setelah menang dalam pemilihan umum pada tahun 2011.
Awal Desember, mantan Perdana Menteri Thailand, Abhisit Vejjajiva, <link type="page"> <caption> didakwa dengan pembunuhan seorang supir taksi</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2012/12/121206_abhisit_dakwaan.shtml" platform="highweb"/> </link> dalam aksi unjuk rasa pada Mei 2010.
Pemerintahan Vejjajiva saat itu menghadapi aksi unjuk rasa dari pendukung Thaksin yang sering disebut dengan Kaus Merah.
Thaksin sendiri hingga saat ini masih berada di dalam pengasingan dan sudah dinyatakan bersalah di Thailand dalam dakwaan korupsi.









