Bos Twitter berjanji tangani cacian

Sumber gambar, Getty
Twitter akan menerapkan langkah guna meredam penyebaran apa yang disebut 'pidato kebencian' dalam akun jejaring sosial itu.
Pemimpin eksekutif Twitter Dick Costolo mengatakan harian kepada Financial Times bahwa contoh-contoh yang ia temui 'mengerikan'.
Rencana ini diluncurkan setelah polisi menyelidiki cacian rasis yang diarahkan kepada para pemain timnas Inggris setelah mereka kalah dalam adu penalti dalam babak perempat final melawan Italia hari Minggu lalu.
Pemain Chelsea, Ashley Cole, dan Ashley Young dari Manchester United menjadi sasaran komentar cacian di Twitter setelah Inggris terjungkal dari Piala Eropa 2012.
Bulan Maret lalu, seorang mahasiswa dipenjara karena mengejek pemain Bolton Fabrice Muamba setelah pemain kulit hitam itu terkena serangan jantung dalam Piala FA.
Perlindungan nama samaran
Dick Costolo juga mengatakan menangani cacian di akun jejaring sosial itu merupakan prioritasnya namun juga menekankan akan tetap mempertahankan kebebasan berbicara.
"Alasan mengapa kami mengizinkan nama samaran adalah karena banyak tempat di dunia ini yang tidak memungkinkan untuk berbicara secara bebas," kata Costolo kepada harian Financial Times.
"Dampak lainnya adalah nama samaran memungkinan cacian ini semakin meningkat," tambahnya.
"Bagaimana anda dapat memastikan orang dapat berbicara secara bebas... dan tidak mengeluarkan pidato kebencian ini? Sangat mengecewakan."
Sejumlah selebriti telah menyatakan keprihatinan terkait meningkatnya cacian di Twitter.









