Erdogan izinkan kelas bahasa Kurdi di Turki

Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, PM Turki, Recep Tayyip Erdogan, tampaknya berupaya meraih simpati warga Kurdi.

Untuk pertama kalinya kelas di sekolah umum yang menggunakan Bahasa Kurdi akan diizinkan di sekolah-sekolah Turki.

Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengatakan pelajaran dalam bahasa Kurdi itu bisa dilakukan jika jumlah siswa yang memintanya cukup.

"Sebagai contoh, jika cukup siswa dalam satu kelompok, bahasa Kurdi bisa diambil sebagai pilihan, akan diajarkan dan akan dipelajari. Ini merupakan langkah bersejarah." tuturnya di depan anggota parlemen.

Selama ini masih diberlakukan beberapa pembatasan atas penggunaan Bahasa Kurdi, yang menjadi salah satu masalah yang menjadi keluhan warga minoritas Kurdi di Turki, seperti dilaporkan wartawan BBC, Jonathan Head, dari Istanbul.

Jika dibanding pada masa sebelumnya, sebenarnya sudah banyak ditempuh kelonggaran seperti beberapa siaran TV yang menggunakan bahasa Kurdi, maupun pelajaran Bahasa Kurdi di dua universitas, dan politisi tidak mendapat sanksi jika menggunakan bahasa Kurdi.

Upaya meraih simpati

Langkah terbaru Perdana Menteri Erdogan dilihat sebagai upaya lebih jauh untuk rekonsiliasi walau masih banyak yang harus dilakukan pemerintah Turki untuk meraih kepercayaan dari masyarakat Kurdi.

Pengumuman perubahan kebijakan tersebut dilakukan pada saat pemerintah mengambil sikap yang tegas atas kelompok pemberontak Kurdi, PKK. Sepanjang tahun 2012 ini, bentrok pasukan pemerintah Turki dan PKK menimbulkan belasan korban jiwa dalam beberapa insiden kontak senjata.

Sementara ribuan warga sipil ditangkap karena dituduh mendukung PKK.

Wartawan BBC di Istanbul menambahkan Erdogan tampaknya berupaya meraih simpati dari warga Kurdi yang menginginkan pengakuan atas budaya mereka dan pada saat bersamaan mengucilkan kelompok pemberontak yang memperjuangkan wilayah sendiri.

Warga Kurdi di Turki mencapai sekitar 20% dari total jumlah penduduk.