Sembilan jam menerbangkan panda

Sumber gambar, Reuters
Dua panda raksasa diterbangkan dari Cina ke Skotlandia setelah aspek pelestariannya dibahas bertahun-tahun dan masalah transportasinya dipersiapkan hampir dua tahun.
Warga terbaru di kebun bintang Edinburgh ini, Tian Tian dan Yang Guang, sukses menghuni rumah mereka akhir pekan lalu dan menjadi panda raksasa pertama yang hidup di Inggris dalam 17 tahun ini.
Kedatangan dua hewan menggemaskan ini adalah buah tahunan upaya diplomasi dan konsultasi dengan pakar pelestari binatang. Namun persoalan besar lain juga menyangkut persoalan bagaimana memindahkan dua hewan ini sejauh jarak 8.050km dari taman nasional Ya' di Chengdu, Cina.
Menurut Dave Lange, direktur pelaksana carter pesawat pada perusahaan jasa pengiriman FedEx Express, penerbangan selama sembilan jam itu membutuhkan koordinasi selama 21 bulan sebelumnya dengan tim khusus yang dibentuk di tiga negara.
Sebelumnya tim Lange sudah pernah mengangkut beruang kutub, macan putih, gajah, badak, singa, gorila dan bahkan seekor hiu macan sepanjang 4m.
Kali ini, menurut Lange, misi penerbangan panda harus direncanakan jauh hari dan sudah dimulai bulan Maret tahun lalu, dengan tiga tim di tiga negara: di Cina, Edinburgh dan AS.
'Sangat lega'
Pesawat Boeing 777 yang dipakai mengangkut si panda disiapkan dengan bekal penuh potongan bambu dan air minum di kota Memphis, AS. Kemudian diterbangkan ke Chengdu melalui Anchorage, Alaska.
Sementara kandang yang dipakai untuk mengangkut hewan-hewan ini sudah diterbangkan lebih dulu dari Memphis ke Cina dengan maksud agar dua binatang berbulu putih itu kenal lebih awal dengan 'rumah' yang akan dipakai untuk mengangkut mereka.
"Supaya hewan-hewan ini paham kandang mereka sebelum perjalanan dimulai," kata Lange. "Alat ini dibuat khusus dengan syarat yang diminta oleh kebun bintang dan taman pelestarian panda. Dibuat dari baja dan kaca plastik, tutupnya bisa dibuka-tutup terserah kalau pandanya ingin melihat-lihat atau mau sendiri. Sangat lega untuk hewan."

Sumber gambar, afp
Begitu sudah berada dalam kandang, panda-panda ini dibawa dengan lori ke bandar udara Chengdu dimana mereka menjalani cek kesehatan. Rincian dokumen ekspor juga sudah harus siap jauh-jauh hari sebelumnya.
Selanjutnya kandang diangkut ke dalam pesawat 777 dengan menggunakan pengangkut kargo biasa. Di dalam pesawat disamping ada petugas penerbangan, juga terdapat mandor pengangkut yang bertanggungjawab memastikan binatang-binatang itu selamat tak kurang suatu apa, ditambah dua petugas jaga dan dokter hewan untuk mengawasi kondisi mereka selama dalam penerbangan.
Kepada pilot juga diberikan perintah agar sebisa mungkin menghindari adanya goncangan di udara. Pembawa acara TV yang meliput penerbangan ini, Chris Packham, mengatakan dengan tata cara seperti ini maka saat lepas landas, terbang dan mendarat tidak menjadi momen yang memberatkan bagi panda-panda itu.
Sampai di Edinburgh, para panda ini dikawal oleh Polisi Perbatasan sebelum sampai di rumah baru mereka seharga £250.000 (sekitar Rp3,5 miliar) di Kebun Binatang yang sebelumnya menjadi kandang gorila.
Pengelola kebun bintang setempat harus menyediakan kebutuhan makan senilai £70.000 (hampir Rp1 miliar) tiap tahun, sebagian besar berbentuk bambu impor dari Belanda.









