Indonesia dan India dalam krisis global

Senayan City
Keterangan gambar, Belanja konsumen memberi tenaga bagi perekonomian dalam negeri.
    • Penulis, Karishma Vaswani
    • Peranan, BBC News, Jakarta

Apa yang membedakan -dan sekaligus yang menyamakan- Indonesia dan India, dua negara Asia yang sedang menikmati pertumbuhan ekonomi?

Kedua negara itu menyaksikan tumbuhnya kelas menengah, yang mendorong ledakan konsumer besar dan memberi tenaga pada ekonomi dalam negeri.

Tanyakan saja kepada profesional di Indonesia dan India, apakah prospek ekonomi mereka saat ini lebih baik dibanding 10 tahun lalu, dan jawabannya pasti ya.

Situasinya amat berbeda dari yang terjadi di kawasan yang menggunakan mata uang euro dan Amerika Serikat, dengan lapangan kerja yang semakin sedikit dan orang-orang yang berjuang untuk bertahan hidup.

Harapannya adalah para konsumen di Indonesia dan India akan membantu mengangkat kondisi ekonomi global dan mendorong pertumbuhan ketika di tempat lain amat suram.

Sepertinya memang teori yang masuk akal, mengingat konsumen Indonesia dan India sama-sama ingin membelanjakan uang tunai mereka untuk apa saja, dari pakaian sampai makanan.

Penjualan mobil dan sepeda motor belakangan ini meroket, begitu juga dengan penjualan produk konsumsi lainnya, seperti lemari es, TV, dan peralatan dapur. Semua tanda-tanda menunjuk tumbuh dan berkembangnya kelas menengah.

Pembangunan prasarana

Tapi apakah memang kedua bangsa ini bisa bebas dari dampak krisis keuangan global?

"Negara-negara yang bisa melakukan keseimbangan dan mendorong pertumbuhan adalah Indonesia, India, dan Cina. Mereka merupakan calon utama dalam melakukan hal itu," kata Enrique Blanco Amras, dari World Bank perwakilan Indonesia.

"Lihat saja yang terjadi pada tahun 2008, Indonesia mampu ke luar dari krisis dengan relatif baik, pertumbuhan hanya menurun menjadi 4,6% pada 2009. Tahun itu banyak negara yang menghadapi pertumbuhan negatif. Jadi memperkuat alasan bahwa Indonesia bisa mengatasi badai juga kali ini."

Jadi tampaknya Indonesia dan India sama-sma bisa bertahan dari angin dingin krisis keuangan. Namun tidak semuanya setuju, ya tidak semuanya.

"India memahami bahwa untuk melapiisi ekonominya dari krisis keuangan, dibutuhkan pembangunan prasarana sehingga lebih banyak lapangan kerja yang tercipta," kata Debnath Guharoy dari perusahaan konsultan internasional, Roy Morgan.

"Kenyataannya India memulainya pada tahap yang lebih buruk, dalam pengertian prasrana yang sudah dibangun Indonesia lebih dari satu dekade sebelumnya, namun India kini lebih baik."

India dan Indonesia tidak hanya memiliki kesamaan dalam pasar domestik yang besar. Keduanya juga memiliki jalan tol bebas hambatan, jalan raya, pelabuhan, dan bandara yang amat membutuhkan perbaikan.

Warga miskin India

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Indonesia dan India masih menghadapi jumlah warga miskin yang tinggi.

Kedua pemerintah juga mengatakan komitmennya untuk meningkatkan prasarana di negara mereka, namun sayangnya masih harus mewujudkannya dari sekedar retorika semata.

Warga miskin

Persamaan lain antara kedua negara adalah jumlah penduduk yang besar dan warga yang masih hidup di bawah garis kemiskinan.

Pemerintah Indonesia mempertimbangkan 13% penduduk hidup di bawah garis kemiskinan, namun para ekonom berpendapat jumlah itu terlalu rendah. Mereka berpendapat hampir setengah dari 240 juta warga Indonesia masih berjuang untuk bertahan hidup.

Di India, angkanya sama menyedihkannya, dengan sepertiga warga masih hidup di bawah garis kemiskinan.

Baik India maupun Indonesia menempatkan pengentasan kemiskinan sebagai prioritas mereka. Tingkat pertumbuhan yang mengesankan tentu bisa membantu proses ini dan jelas bahwa warga di dua negara pada saat ini lebih baik secara ekonomis dibanding sebelumnya.

Namun kestablilan ekonomi ini rapuh dan haris dimonitor dengan ketat. Asia kini sedang berperang melawan biaya hidup yang tinggi dan bagi banyak orang, harga pangan mulai tidak bisa terjangkau. Hal tersebut terjadi ketika perekonimian di negara-negara Barat semakin tidak stabil.

Indonesia dan India sama-sama membutuhkan tingkat pertumbuhan ekonomi yang kuat untuk menjamin warganya bisa menikmati hidup yang lebih baik.

Pemerintah harus bertundak cepat untuk menjamin bahwa momen-momen kepanikan saat ini tidak masuk ke dalam keberhasilan ekopnomi mereika.