Majalah Vogue tarik sampul kontroversial penanganan kesehatan mental yang dinilai 'kuno dan tak etis'

majalah Vogue, kesehatan mental

Sumber gambar, Instagram / Vogue

Keterangan gambar, Sampul majalah Vogue yang menuai kritik
Waktu membaca: 2 menit

Majalah mode Vogue di Portugal menarik salah satu terbitannya baru-baru ini, setelah menuai kritikan dari para pakar kesehatan mental yang menilai sampul majalah tersebut "ketinggalan zaman" dan "tidak etis."

Edisi yang bertajuk The Madness Issue ini menampilkan perempuan yang duduk di bak mandi sebuah rumah sakit ditemani seorang perawat yang menyiramkan air ke kepalanya.

Vogue Portugal mengatakan maksud dari foto tersebut adalah untuk "memulai diskusi".

Namun sejak pihaknya mengubah tampilan sampul tersebut, mereka mengatakan bahwa kini menyadari "masalah kesehatan mental membutuhkan pendekatan yang lebih bijaksana".

"Vogue Portugal betul-betul meminta maaf karena foto sampul itu telah menyinggung dan menimbulkan kemarahan," sebut perusahaan itu dalam unggahan Instagram, seraya memperlihatkan sampul baru yang menunjukkan seseorang tengah menggenggam logo yang berbentuk hati.

Foto perempuan yang ada di kamar mandi ini menimbulkan kontroversi besar saat majalah itu dirilis. Namun pada awalnya, Vogue Portugal menolak untuk menarik terbitannya.

Mereka mencuit dalam akun Twitternya dan bersikukuh bahwa makna yang terkandung dalam sampulnya mengeksplorasi "konteks historis kesehatan mental dan dirancang untuk mencerminkan kehidupan nyata dan kisah otentik".

"Kami menampilkan berbagai wawancara dan pendapat dari para psikiater, sosiolog, psikolog dan pakar lainnya dalam edisi ini," tambahnya.

Hentikan Instagram pesan
Izinkan konten Instagram?

Artikel ini memuat konten yang disediakan Instagram. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca Instagram kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.

Peringatan: Konten pihak ketiga mungkin berisi iklan

Lompati Instagram pesan

Presentational white space

Perempuan yang tampil di bak mandi ini adalah seorang model asal Slovakia, Simona Kirchnerova.

Dia menulis dalam akun Instagramnya pada hari Jumat (3/7) bahwa penampilannya dalam sampul majalah tersebut menjadi "tonggak penting dalam karirnya" karena dia dipotret di antara dua orang yang merupakan anggota keluarganya.

"Saya difoto untuk sampul majalah Vogue bersama ibu dan nenek saya," tulisnya.

Namun seorang psikolog klinis yang berbasis di London Katerina Alexandraki mengatakan kepada BBC bahwa dia menganggap sampul itu "tidak etis".

"Bagi mereka yang pernah mengalami masalah psikiatri, melihat sampul majalah mode yang menampilkan seorang perempuan dalam keadaan rapuh bisa mengingatkan mereka akan masa-masa sulit dalam hidup mereka," katanya.

"Gambaran ini memperkuat gagasan tentang perempuan yang rapuh dan tak berdaya selama didera gangguan kesehatan mental. Sampul itu tidak menunjukkan upaya apa saja yang mesti dilakukan orang-orang yang bermasalah dengan gangguan mental untuk mengatasi perjuangan dan kekuatan mereka untuk mengatasi kesulitan," tambahnya.

Model Portugis, Sara Sampaio mengatakan foto-foto seperti yang ditampilkan dalam sampul Vogue Portugal itu "tidak semestinya mewakili pembahasan soal kesehatan mental".

Sampaio, yang mengutarakan dirinya pernah memiliki masalah dengan kesehatan mentalnya sendiri, mengatakan dia menganggap majalah Vogue memiliki "selera yang sangat buruk".

Sara Sampaio, majalah vogue, kesehatan mental

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Model Portugis Sara Sampaio mengatakan sampul majalah Vogue itu memiliki "selera yang sangat buruk".

"Sepertinya adegan seperti itu terjadi di rumah sakit jiwa" yang sudah ketinggalan zaman "yang masih menggunakan cara lama yaitu" menyiksa "para pasien, tuturnya dalam sebuah video yang diunggah di media sosial.

Dia menambahkan bahwa foto itu muncul di saat yang sangat sensitif "karena Covid dan cara menangani kesehatan mental ", lantaran banyak orang diisolasi atau secara langsung terkena dampak pandemi.