Dugong tanpa induk mati usai telan plastik

Sumber gambar, AFP
Seekor dugong tanpa induk, yang tersohor setelah diselamatkan awal tahun ini di Thailand, telah mati.
Hewan yang diberi nama Mariam itu mati pada Sabtu (17/08) akibat menderita infeksi yang diperparah oleh kumpulan plastik di dalam perutnya, sebagaimana dipaparkan pejabat Thailand.
Dugong berusia delapan bulan tersebut mengalami sakit sepekan lalu dan tidak mau makan. Dia mati sekitar Sabtu tengah malam setelah sempat kejang.
Upaya agar organ-organ tubuhnya kembali berfungsi berujung pada kegagalan.
"Dia mati akibat infeksi darah dan nanah di dalam perutnya," kata Chaiyapruk Werawong, kepala taman laut Provinsi Trang.
Para dokter hewan kemudian melakukan autopsi dan melalui proses itu ditemukan beberapa plastik, termasuk yang berukuran 20cm di dalam perut Mariam.
Nantarika Chansue, salah satu dokter hewan yang menangani Mariam, berkata "Semuanya sedih atas kehilangan ini, namun kepergiannya menegaskan bahwa kami perlu menyelamatkan lingkungan demi menyelamatkan hewan-hewan langka ini."
Mariam menjadi populer di kalangan warganet Thailand setelah foto-fotonya menampilkan dirinya membelai para penyelamatnya saat dia terdampar di pantai pada April lalu.
Dia kemudian tampil dalam siaran langsung webcast bersama Jamil, seekor dugong lain yang diselamatkan setelah dirinya. Dalam siaran itu, Mariam tampak diberi makan dan menerima perawatan dari dokter hewan.
Setelah kematiannya, banyak warganet Thailand menumpahkan kesedihan mereka melalui media sosial.
Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.
Lompati X pesan

Populasi dugong tergolong kecil di Thailand. Hingga kini, hanya tersisa beberapa ratus ekor mamalia laut tersebut di negara itu.










