Seorang pemilik kafe mendapatkan pemakaman kenegaraan di Australia

Malaspina

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Sisto Malaspina dan kafenya sangat populer di Melbourne.
Waktu membaca: 2 menit

Kota Melbourne di Australia menggelar upacara pemakaman kenegaraan untuk Sisto Malaspina, pemilik kafe populer di kota tersebut, yang menjadi korban serangan teroris.

Ratusan orang berdiri di jalan di luar Katedral St Patrick, gereja terbesar di Australia, untuk memberikan penghormatan bagi Malaspina, pemilik Kafe Pellegrini.

Ia ditikam oleh seseorang dalam serangan yang dikatakan sebagai terinspirasi oleh kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS), yang juga menyebabkan dua orang lainnya mengalami luka-luka.

Ia diserang sekitar 400 meter dari kafe tempat ia bekerja.

Siapa Malaspina?

Sisto Malaspina pindah ke Australia pada 1960-an dan sejak itu dikenal sebagai figur yang mengubah budaya kafe di Melbourne.

Pada 1974, ia ikut menjadi pemilik Pellegrini, salah satu kafe pertama di Melbourne yang memiliki mesin espresso.

Malaspina

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Sisto Malaspina pindah ke Australia pada 1960-an.

Pejabat di Melbourne menggambarkannya sebagai warga yang "mendatangkan cinta, kehidupan, warna dan rasa ke kota Melbourne".

Gubernur negara bagian Victoria, Linda Dessau, saat memberikan sambutan dalam upacara pemakaman mengatakan di waktu kecil ia sering ke Kafe Pellegrini untuk membeli kue dan makanan Italia.

Dessau mengatakan Malaspina bekerja keras setelah menetap di Melbourne dengan bekerja selama 70 jam/minggu, untuk memastikan ia bisa bertahan dan hidup layak.

Malaspina, kata Dessau, juga berhasil menumbuhkan perasaan komunitas.

Mereka yang mengunjungi kafenya mengatakan bahwa Malaspina adalah orang yang sangat baik hati dan punya rasa humor yang tinggi.

Tokoh seperti bintang film Russel Crowe dan politisi oposisi Bill Shorten secara khusus juga memberikan penghormatan untuk Malaspina.

Hentikan X pesan, 1
Izinkan konten X?

Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.

Peringatan: Konten pihak ketiga mungkin berisi iklan

Lompati X pesan, 1

Hentikan X pesan, 2
Izinkan konten X?

Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.

Peringatan: Konten pihak ketiga mungkin berisi iklan

Lompati X pesan, 2

Putra Malaspina, David, mengatakan apa yang dialami ayahnya menunjukkan Melbourne adalah "kota terbaik di dunia".

Ia mengatakan Australia mendapatkan banyak manfaat dari kedatangan para imigran dari seluruh dunia.

"Mereka ini datang dengan membawa mimpi untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik," kata David Malaspina.

"Ayah saya begitu mencintai Melbourne dan ia bangga bisa menjadi warga kota yang unik dan membanggakan ini," katanya.