Saksikan kekuatan penuh badai salju

badai

Sumber gambar, International Space Station

Stasiun Ruang Angkasa Internasional baru saja mengeluarkan sejumlah foto yang memperlihatkan kilat pada awan di bawah.

Kelly Grovier memperhatikan kaitannya dengan salah satu lukisan paling terkenal JMW Turner.

Lewat puisi enam baris kecil yang ditulis pada tahun 1924, penulis Amerika Serikat, Robert Frost, membayangkan perspektif atmosferik di atas, pembicaraan persekongkolan antara berbagai unsur untuk menciptakan badai menakutkan di bawah.

“Anda mendorong dan saya akan menghujam,” kata hujan kepada angin. Dan tiba-tiba, pandangan si penulis berubah secara dramatis dari pakta bergolak di atas menjadi penderitaan taman yang tergenang air, di mana bunga “terlentang, meskipun tidak mati”. “Saya paham,” Frost mengakui di baris terakhirnya, “perasaan yang dialami bunga”.

Saya diingatkan pada beralihnya Frost dari hal yang tidak terhingga ke hal pribadi lewat penerbitan foto-foto yang diambil dari Stasiun Ruang Angkasa Internasional saat sistem cuaca beralih di Bumi, sekitar 402 km di bawahnya.

international space station

Sumber gambar, International Space Station

Keterangan gambar, Stasiun Ruang Angkasa Internasional terbang sekitar 402 km di atas badai saat malam hari pada tanggal 18 September 2016.

Pada satu foto, kumpulan awan dengan kilat dapat terlihat pada langit bergolak di kejauhan. Tanpa zoom instan lensa mirip Frost yang membawa kita ke surga dan memusatkan perhatian pada kekacauan badai di bawah, reaksi kita pada foto tersebut kemungkinan akan tetap berjarak. Tetapi kalau dilihat menjauh, penyebab rasa sakit itu justru menjadi suatu keindahan.<link type="page"><caption> </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/karangan_khas/vert_cul/2016/09/160928_vert_cul_topeng_tengkorak" platform="highweb"/></link>

  • <link type="page"><caption> Teka-teki mengerikan di balik topeng tengkorak</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/karangan_khas/vert_cul/2016/09/160928_vert_cul_topeng_tengkorak" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Star Trek dan ciuman yang mengubah televisi selamanya</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/karangan_khas/vert_cul/2016/09/160920_vert_cul_star_trek_ciuman" platform="highweb"/></link>

Aturan perspektif sering kali mempengaruhi imajinasi seniman. Untuk menenangkan orang yang melihat bahwa pemandangan badainya benar-benar sejalan dengan pengamatan seksama metereologi, JMW Turner mengubah judul lukisannya menjadi ramalan pelayaran: Snow Storm – Steam Boat off a Harbour’s Mouth making Signals in Shallow. Penulisnya ada di Storm on the Night the Ariel left Harwich (1842).

Meskipun berulangkali dijamin seniman ini bahwa kabut benar-benar dilihat sendiri, “Saya meminta pelaut untuk mengikat saya di tiang agar dapat mengamati; saya dihempas selama empat jam, dan tidak berpikir akan selamat, tetapi saya harus mencatatnya jika saya selamat”, tetapi para pengkritik tetap mencurigai catatannya.

Bukannya dikagumi karena komitmennya untuk memperlihatkan bencana yang disaksikannya, karya ini diejek pengunjung galeri ketika pertama kali dipamerkan pada tahun 1942 karena dipandang sebagai lukisan yang kabur. Sementara Turner meyakini lukisannnya mencatat fakta dasar dengan susah payah atas apa yang benar-benar terjadi, masyarakat meremehkan kanvas tersebut sebagai imajinasi tidak jelas.

badai

Sumber gambar, Wikimedia

Keterangan gambar, Judul lukisan JMW Turner dari tahun 1842 mirip ramalan pelayaran dan seringkali disebut Snow Storm – Steam Boat off a Harbour’s Mouth.

Hanya angin dan hujan yang mengetahui dengan pasti apakah Turner benar-benar berada di sana. Jika dia benar di sana, ini adalah salah satu ironi terbesar seni modern, lebih dari lukisan lain Turner, yang menabur benih bagi abstraksi selanjutnya.