Puluhan siswa dan guru SMPN 20 Depok diduga terjangkit Hepatitis A, Kemenkes: 'sumber penularan belum ditemukan'

depok

Sumber gambar, Antara/ASPRILLA DWI ADHA

Keterangan gambar, Fandri, siswa SMPN 20 Depok menjalani rawat inap di RSUD Depok, Jawa Barat, Jumat (22/11). Dinas Kesehatan Kota Depok menyatakan terdapat indikasi penyebaran virus Hepatitis A di lingkungan SMPN 20 Depok.
    • Penulis, Liza Yosephine
    • Peranan, BBC News Indonesia

Dinas Kesehatan Depok, Jawa Barat, masih menunggu hasil tes laboratorium untuk memastikan apakah 72 siswa dan guru di sebuah sekolah menengah pertama memang terkena Hepatitis A. Jika terbukti, kejadian ini merupakan wabah kedua tahun ini di Depok.

Sejak pekan lalu, sejumlah guru dan siswa SMP Negeri 20 di Kecamatan Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, mengalami gejala-gejala seperti mata kuning, demam, mual dan nyeri di ulu hati. Beragam gejala itu serupa dengan gejala Hepatitis A.

Tim dari Puskesmas setempat pada hari Rabu (13/11) pekan lalu melakukan investigasi ke sekolah itu dan mencatat 105 guru dan siswa tidak hadir, termasuk beberapa yang sudah dirawat di rumah sakit setempat.

Kepala Dinas Kesehatan Depok, Novarita, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan penyelidikan epidemiologi, termasuk mengambil sampel air, makanan, serta sampel tes darah dari 72 orang yang diduga terkena Hepatitis A.

"Kami juga melakukan rectal swab, jadi usap dubur pada penjamah makanan yang ada disitu. Kan penyebabnya dari oral-rectal. Bisa dari buang air yang tidak bersih. Mungkin setelah buang air tidak cuci tangan, sehingga yang diduga mengidap itu bisa menularkan kepada orang lain," ujar Novarita kepada BBC News Indonesia, Kamis (21/11).

Ia menambahkan bahwa hasil uji laboratorium diperkirakan akan selesai beberapa hari mendatang.

Petugas, Sidak Jajan

Sumber gambar, MOHAMMAD AYUDHA/Antara

Keterangan gambar, Petugas gabungan dari Satpol PP dan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) mengambil sampel makanan pedagang kaki lima untuk dilakukan uji laboratorium saat Sidak Jajanan di Jalan Pemuda, Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (13/11/2019).

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung dari Kementerian Kesehatan, Wiendra Waworuntu, mengatakan bahwa pihaknya sedang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan setempat untuk menangani kasus tersebut, termasuk mengidentifikasi sumber penularan jika terbukti keberadan virus Hepatitis A.

"Kita harus cari dulu sumber penularan. Jadi kita cari dari orang yang pertama positif Hepatitis A-nya. Nanti, itu akan kita telusuri sampai di mana sebenarnya dia minum ataukah makan - biasanya dari makanan ataukah minumannya. Jadi untuk sementara, sumber penularan belum ditemukan," ujar Wiendra melalui sambungan telepon.

Menjaga kebersihan dan daya tahan tubuh

Timbulnya Hepatitis A diketahui berhubungan erat dengan sanitasi buruk, terutama saat menangani makanan.

Oleh karena itu, menjaga kebersihan dan asupan gizi merupakan langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah infeksi virus Hepatitis A, kata Ari Fachrial Syam, seorang dokter spesialis penyakit dalam sekaligus Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.

Ia menambahkan bahwa warga di lingkungan yang terjangkit virus itu tidak perlu vaksinasi.

"Untuk Hepatitis A ini, memang ada vaksinnya, tapi dia itu tidak sesuatu yang rutin seperti Hepatitis B," terang Ari, yang juga merupakan Anggota Dewan Pertimbangan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia.

"Kalau misalnya seseorang yang mau masuk ke daerah wabah, nah itu dia bisa divaksinasi [Hepatitis A]. Tapi kalau dia sudah di dalam, ada kemungkinan dia sudah terpapar dengan infeksi tersebut. Tinggal menjaga daya tahan tubuhnya saja biar lebih kuat, sehingga dia tidak terkena oleh infeksi tersebut," lanjutnya.

Pacitan wabah Hepatitis A

Sumber gambar, ANTARA FOTO/DESTYAN SUJARWOKO

Keterangan gambar, Wabah Hepatitis A juga terjadi di Kabupaten Pacitan pada Juni 2019 sehingga Pemkab menetapkan status KLB (kejadian luar biasa) wabah hepatitis A di enam kecamatan.

Sementara menunggu hasil uji laboratorium, Dinas Kesehatan Depok menyatakan telah melakukan penyuluhan serta sosialisasi terkait perilaku hidup bersih dan sehat kepada siswa dan orang tua murid SMPN 20 di Depok.

Tidak seperti Hepatitis C yang dapat menyebabkan berbagai penyakit hati serius, seperti sirosis dan kanker, Hepatitis A diangggap bukan merupakan penyakit berbahaya dan pada umumnya mengalami penyembuhan sendiri.

Sebelum kejadian ini, pada bulan Januari lalu, tercatat 33 siswa dari sejumlah sekolah dasar di Depok terkena Hepatitis A.

Penyakit tersebut juga menjangkiti ratusan warga Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Juni lalu, sampai pemerintah setempat menetapkan kejadian luar biasa.