Perombakan kabinet, kebutuhan atau akal-akalan politik?

Di tengah wacana perombakan Kabinet Kerja Presiden Jokowi, seorang menteri mengaku diminta mundur dari jabatannya dengan diiming-imingi uang triliunan Rupiah.
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menulis dalam akun Twitter miliknya, bahwa dirinya telah ditawari Rp5 triliun agar mundur sebagai menteri.
Namun Susi mengatakan, "tapi nurani & kebebasan saya tidak mungkin saya jual, Indonesia terlalu hebat untuk ribuan triliun."

Sumber gambar, AFP GETTY IMAGES
Sejauh ini Susi menolak dikonfirmasi oleh media atas pernyataannya tersebut.
Bagaimanapun, klaim Susi Pudjiastuti ini muncul di tengah adanya kekhawatiran bahwa wacana reshuffle kabinet telah melenceng dari tujuan awal yaitu untuk memperbaiki kinerja para menteri.
Di awal kemunculan wacana perombakan kabinet ini, sejumlah menteri diusulkan untuk diganti karena dianggap minim prestasi atau gagal memenuhi target program kerja yang telah digariskan.

Tidak diketahui secara persis sejak kapan isu perombakan kabinet ini merebak. Tetapi diperkirakan semuanya diawali hasil survei yang menyoroti kelemahan kinerja kabinet Jokowi.
Sejauh ini telah beredar luas daftar di masyarakat daftar beberapa nama menteri yang disebut akan dicopot atau dikocok ulang, walaupun tidak pernah terklarifikasi.
Para pengamat telah memperingatkan, jika benar ada niat untuk merombak kabinet, agar Presiden Joko Widodo lebih memperhatikan kinerja para menterinya ketimbang faktor lainnya.

Presiden Joko Widodo sejauh ini belum mengisyaratkan untuk merombak kabinetnya kecuali mengatakan bahwa dirinya terus melakukan evaluasi kinerja para pembantunya.
Apa komentar Anda?
Menurut Anda, apakah perombakan kabinet merupakan kebutuhan mendesak atau akal-akalan politik kelompok tertentu yang dirugikan akibat kebijakan menteri yang bersangkutan?
Dan mengapa perombakan kabinet harus dilakukan sekarang ketika usia kabinet baru berjalan enam bulan?
Sosok atau kriteria seperti apa yang layak dikedepankan untuk mengisi pos menteri yang bakal dirombak?
Kirim pendapat Anda lewat indonesia@bbc.co.uk atau lewat <link type="page"><caption> Facebook BBC Indonesia</caption><url href="https://www.facebook.com/bbc.indonesia?fref=ts" platform="highweb"/></link> maupun Twitter.
Rangkuman pendapat akan disiarkan dalam BBC Dunia Pagi Ini, Kamis 21 Mei 2015, pada pukul 05.00 WIB.











