Perempuan Polandia mogok kerja menentang larangan total aborsi

Sumber gambar, EPA
Perempuan Polandia melakukan mogok kerja dan menggelar demonstrasi untuk menentang rencana larangan aborsi secara keseluruhan.
Dalam aksinya yang digelar secara nasional pada Senin (03/10), mereka mengenakan pakaian serba hitam sebagai simbol duka atas hak-hak reproduktif mereka.
Demonstrasi diadakan di ibu kota Polandia, Warsawa, dan juga kota-kota lain. Hingga kini belum jelas jumlah perempuan yang memutuskan untuk mogok kerja.
Mereka yang menentang usulan larangan aborsi total itu memutuskan untuk tidak bekerja atau pergi bersekolah, dan bahkan sebagian menolak melakukan tugas-tugas rumah tangga. Aksi mereka terinspirasi mogok serupa di Islandia pada 1975.
- <link type="page"><caption> Seperempat yang aborsi pernah hamil sebelumnya</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/09/150921_majalah_remaja_hamil" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Aktivis terbangkan pil aborsi dengan drone</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/06/150628_majalah_kampanye_aborsi" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Paus Fransiskus kecam keras aborsi</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2014/01/140114_dunia_paus_aborsi" platform="highweb"/></link>
Para penentang rancangan larangan total aborsi menyebut, ketentuan ini akan membuat perempuan yang mengalami keguguran dapat dijerat atas tuduhan menggugurkan kandungan secara sengaja.

Sumber gambar, EPA
"Kami mengatakan 'cukup adalah cukup' terkait apa yang terjadi, terhadap apa yang direncanakan untuk perempuan oleh pemerintah, Gereja dan organisasi-organisasi yang menyebut diri prokehidupan," kata seorang pengunjuk rasa.
Peraturan ketat
Menurut seorang ahli kandungan, berdasarkan naskah rancangan peraturan yang ada sekarang maka para dokter kemungkinan besar tidak bersedia melakukan pemeriksaan prakelahiran dengan metode invasif dan operasi penyelamatan jiwa.
Perempuan yang dinyatakan bersalah melakukan aborsi terancam hukuman penjara selama lima tahun. Para dokter yang didapati membantu aborsi juga terancam hukuman penjara.
Jika disahkan, peraturan ini akan membuat Polandia berada di jajaran negara-negara yang memberlakukan peraturan aborsi secara ketat di Eropa seperti Malta dan Vatikan.
Sebagian besar jenis aborsi di Polandia sebenarnya sudah dilarang. Yang dikecualikan adalah jika timbul masalah yang berdampak sangat buruk bagi janin atau tak bisa dipulihkan, mengancam nyawa ibu atau kehamilan sebagai akibat diperkosa atau hubungan seksual yang masih punya pertalian darah.
Dengan demikian jumlah aborsi gelap di Polandia jauh lebih besar dibandingkan jumlah yang legal, antara 10.000-150.000 aborsi dibanding jumlah yang legal 1.000-2.000 aborsi.









