Prancis 'lancarkan serangan terhadap ISIS'

Serangan Prancis

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Pesawat tempur Rafale di atas kapal induk Prancis Charles de Gaulle.

Prancis telah memulai serangan udara di atas Irak dari kapal induk Charles de Gaulle, demikian menurut berbagai laporan.

Sejumlah pesawat tempur Rafale lepas landas dari kapal induk itu Jumat (30/09) pagi hari, menurut kantor berita AFP.

Charles de Gaulle, satu-satunya kapal induk Prancis, dikirim ke wilayah tersebut pada awal September.

Ini merupakan misi ketiga di bawah koalisi yang dipimpin Amerika Serikat sejak Prancis meningkatkan operasi militer mereka di kawasan itu setelah terjadi penyerangan di Prancis bulan Januari 2015.

  • <link type="page"><caption> Kontrol wilayah berkurang, ISIS kian lemah di Irak dan Suriah?</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/09/160923_dunia_isis_suriah_irak" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> AS dan sekutunya sepakat sudutkan ISIS</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160721_dunia_as_isis_irak" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Irak dapat pinjaman dari AS untuk perangi ISIS</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/06/160629_dunia_amerika_isis" platform="highweb"/></link>

Pasukan Irak telah memperoleh kemajuan berarti di daratan di Mosul, yang telah diduduki kelompok yang menamakan diri negara Islam atau ISIS sejak Juni 2014.

Diharapkan, pasukan Irak akan melancarkan serangan besar untuk segera mengambil alih kota itu.

Kantor berita AFP melaporkan seorang perwira di kapal induk mengatakan bahwa pesawat-pesawat Prancis mengambil bagian dalam serangan terhadap Mosul.

Namun pejabat Kementrian Pertahanan Prancis mengatakan kepada kantor berita AP bahwa operasi ini "bukan merupakan langkah" untuk memulai pertempuran di Mosul.

Ia mengatakan kementerian tidak akan memberikan rincian serangan itu karena alasan keamanan.

Stasiun radio Prancis RTL melaporkan bahwa 24 pesawat tempur mengambil bagian dalam operasi, dan setiap pesawat lepas landas setiap tiga menit.

Dilaporkan juga setiap pesawat dilengkapi dengan bom yang dipandu laser seberat 250 kg.