AS dan sekutunya sepakat sudutkan ISIS

Sumber gambar, Reuters
Amerika Serikat dan para sekutunya yang tergabung dalam koalisi melawan ISIS menyepakati sebuah strategi untuk mengalahkan kelompok tersebut, kata Menteri Pertahanan AS, Ash Carter.
Menurut Carter, dalam diskusi yang digelar di Washington DC, para perwakilan lebih dari 30 negara setuju untuk menyudutkan ISIS di kantung kekuatan mereka di Raqqa, Suriah, dan di Mosul, Irak.
- <link type="page"><caption> ISIS kukuhkan kematian komandan utamanya, Omar Sishani </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160713_dunia_isis_sishani" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Korban tewas serangan ISIS di Baghdad 292 orang </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160707_dunia_baghdad_isis" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Kekuatan pendukung ISIS di Indonesia 'masih lemah'</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/07/160705_indonesia_bom_solo" platform="highweb"/></link>
Strategi tersebut, kata Carter, sengaja dirancang demi memastikan ISIS “kalah selamanya”.
“Saya tegaskan, (strategi) itu berujung pada runtuhnya kendali ISIS atas Kota Mosul dan Raqqa,” kata Carter.

Sumber gambar, AP
Selain menumpas ISIS, diskusi di Washington DC bertujuan merancang rencana agar daerah-daerah yang sebelumnya dikuasasi ISIS bisa tetap stabil.
“Kami harus memastikan bahwa rekan-rekan kami di lapangan memiliki yang mereka perlukan untuk memenangi pertempuran, mempertahankan, membangun kembali, dan memerintah kawasan mereka,” tambah Carter.
ISIS dilaporkan telah kehilangan kendali sejumlah wilayah secara signifikan, namun masih menguasai banyak kawasan di Irak dan Suriah.
Sebagai bagian dari rencana untuk memerangi ISIS, pasukan Irak kini bersiap merebut Mosul, kota kedua terbesar di Irak sekaligus kantung kekuatan ISIS di negara tersebut.
Inggris, kata kata Menteri Pertahanan Michael Fallon, turut membantu dengan menggandakan jumlah pasukannya di Irak hingga mencapai 500 personel guna melatih pasukan Irak dan Kurdi.
Adapun AS menggelar konferensi donor untuk membantu pendanaan bantuan kemanusiaan dan rekonstruksi di Irak. Dari acara tersebut, terkumpul dana sebesar US$2,1 miliar atau setara dengan Rp27 triliun.









