Parlemen Swiss dukung larangan burka di tempat umum

Swiss

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Larangan burka masih harus dibahas lagi di Senat, yang diperkirakan akan menolaknya.

Parlemen Swiss mendukung larangan burka di tempat umum dengan hanya selisih satu suara saja.

Dalam pemungutan suara, Selasa 27 September, sebanyak 88 anggota parlemen mendukung larangan dan 87 menentang sementara 10 anggota memilih abstain.

Usulan untuk larangan burka -yang menutup seluruh tubuh kecuali mata- diajukan oleh Walter Wobmann, anggota kubu politik sayap kanan, Partai Rakyat Swiss, seperti dilaporkan wartawan BBC, Imogen Foulkes dari Jenewa.

  • <link type="page"><caption> Mayoritas warga Inggris mendukung larangan burka</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/08/160819_dunia_jerman_burka" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Menteri Dalam Negeri Jerman desak pelarangan pengunaan burka</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/08/160819_dunia_jerman_burka" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Pengadilan Prancis menangguhkan larangan penggunaan "Burkini"</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/08/160826_dunia_prancis_burkini" platform="highweb"/></link>

Wobmann juga merupakan pendukung utama dalam larangan minaret, atau menara masjid untuk mengumandangkan azan, lewat referendum tahun 2009 lalu.

Burka

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Pendukung larangan burka memberi isyarat akan mengupayakan referendum.

Menurut Wobmann, penggunaan burka harus dilihat berkaitan dengan radikal Islam.

Bagaimanapun larangan burka masih memerlukan proses yang panjang dengan kemungkinan tidak berhasil ditetapkan sebagai undang-undang karena harus dibahas oleh Senat Swis, yang diperkirakan akan menolaknya.

Pemerintah Swiss juga juga akan menolak.

  • <link type="page"><caption> Desakan larangan burka di Afrika barat</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/12/151218_dunia_jilbab" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Antisipasi aksi jihad, Senegal akan larang burka</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/11/151118_dunia_senegal_burka" platform="highweb"/></link>

Bagaimanapun para pegiat yang mendukung larangan burka memberi isyarat akan mengupayakannya lewat referendum.

Mereka memiliki waktu hingga September 2017 mendatang untuk mengumpulkan 100.000 tanda tangan guna mendesak referendum, yang baru akan terlaksana sekitar setahun kemudian jika memang memenuhi persyaratan.

Sebuah jajak pendapat pada bulan Agustus memperlihatkan 71% warga Swiss mendukung larangan burka secara nasional.

Umat Muslim di Swiss mencapai sekitar 5% dari total penduduk dan hanya sebagian kecil saja yang mengenakan burka.