Tentara Inggris dikecam atas kematian remaja Irak

Ahmed Jabbar Kareem Ali

Sumber gambar,

Keterangan gambar, Ahmed Jabbar Kareem Ali meninggal pada 2003 di kanal Basra, Irak.

Empat tentara Inggris yang 'memaksa' remaja Irak masuk ke kanal dan membiarkannya tenggelam, telah dikecam hakim yang melakukan penyelidikan atas kematian warga sipil dalam Perang Irak.

Ahmed Jabbar Kareem Ali, yang saat itu berusia 15 tahun, meninggal di Basra, Irak pada Mei 2003, setelah ditahan karena dituduh melakukan penjarahan.

Laporan hakim Inggris menyatakan Ahmed sebaiknya tidak ditahan atau 'dipaksa' ke kanal dan seharusnya diselamatkan pada saat-saat dia tenggelam karena tidak bisa berenang.

Pasukan Inggris memasuki kota Basra pada malam 6 April 2003, sebagai bagian dari invasi Irak dan mengambil alih kendali daerah itu dengan cepat. Namun, mereka mengalami penjarahan.

  • <link type="page"><caption> Irak kecam jenderal Amerika terkait perpecahan negara</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/08/150813_dunia_irak_amerika" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Peran Inggris pada invasi Irak 'dikecam keras'</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160706_dunia_irak_inggris" platform="highweb"/></link>
Tentara Inggris di Basra

Sumber gambar, PA

Keterangan gambar, Tentara Inggris di Basra, Irak pada 2005.

Insiden kematian Ahmed terjadi menyusul temuan 20 hingga 30 terduga penjarah di kamp mereka.

Setelah pengejaran, Ahmed bersama tiga terduga penjarah lainnya, dibawa dengan kendaraan bersenjata ke kanal Shatt-Al Basra dan dipaksa masuk ke dalam air.

Berdasarkan pernyataan dari salah seorang yang ditangkap, Ayad Salim Hanoon, keempat orang tersebut dipaksa masuk ke dalam kanal dengan 'ditodong pistol'.

  • <link type="page"><caption> PM Inggris 'cemaskan' dugaan pelanggaran veteran perang Irak</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/01/160111_dunia_irak_cameron" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Perang Irak dalam angka</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/laporan_khusus/2013/02/130216_irak_statistik" platform="highweb"/></link>

Ayad juga memberikan bukti para prajurit melempari batu untuk memaksa mereka masuk ke air yang lebih dalam, walaupun laporannya tak dapat dibuktikan kebenarannya.

Laporan dari Investigasi Kematian Irak -yang diketuai oleh mantan hakim Pengadilan Tinggi, Sir George Newman- menggambarkan tindakan para prajurit tersebut 'ceroboh, sangat tidak patut, menyalahgunakan peraturan, dan bertindak tanpa menghiraukan risiko-risiko yang ada."

Investigasi tersebut mengkritik 'kegagalan' para prajurit untuk menyelamatkan nyawa bocah itu.

"Kematiannya terjadi karena dia dipaksa oleh para prajurit untuk masuk ke dalam kanal, yang pada waktu itu dilihat oleh para prajurit. Meskipun perlakuan tanpa hukum yang membuatnya masuk ke dalam kanal, kematiannya bisa dihindari karena dia bisa dan seharusnya diselamatkan setelah terlihat jelas dia kesusahan bernapas."

Empat tentara yang terlibat -yang namanya dirahasiakan dalam laporan- dibebaskan dari kasus pembunuhan di pengadilan militer pada 2006.

Investigasi Kematian Irak dibentuk pada 2013 untuk memeriksa angka kematian warga Irak yang melibatkan tentara Inggris.

Juru bicara Kementerian Pertahanan mengatakan, "Kami benar-benar meminta maaf atas insiden kematian ini. Kami berkomitmen untuk menginvestigasi dugaan pelanggaran yang dilakukan tentara Inggris dan akan memperlajari temuan-temuan dari Sir George agar kesalahan seperti ini tidak akan terjadi lagi."