Presiden Uzbekistan, Islam Karimov, sakit keras

Sumber gambar, Reuters
Presiden Uzbekistan, Islam Karimov, sedang sakit keras, seperti diumumkan pernyataan pemerintah yang diterbitkan media setempat.
Dia dilaporkan dibawa ke rumah sakit Sabtu 30 Agustus karena serangan stroke dan kesehatannya disebut semakin memburuk dalam waktu 24 jam belakangan.
Sehari kemudian pemerintah mengeluarkan pernyataan bahwa Karimov menjalani pengobatan kesehatan namun tidak memberikan rincian.
- <link type="page"><caption> EgyptAir mendarat di Uzbekistan karena 'ancaman bom'</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/06/160608_dunia_egyptair_bom" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Milisi etnik Uzbek klaim serang Bandara Karachi</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2014/06/140611_pakistan_uzbek_serangan" platform="highweb"/></link>

Sumber gambar, AP
Kaum oposisi menduga presiden berusia 78 tahun itu sudah meninggal dunia. Sementara Kantor Berita Reuters, Jumat 2 September, mengatakan tiga sumber diplomatik yang tidak disebut namanya mengatakan Karimov wafat.
Karimov sudah memimpin negara pecahan bekas Uni Soviet ini sebelum kemerdekaan tahun 1991.
Di masa lalu, kesehatan Presiden Karimov diperlakukan seperti rahasia negara. Wartawan BBC, Abdujalil Abdurasulov, melaporkan pernyataan pekan ini merupakan yang pertama kali yang menyangkut kesehatan persiden.
Pemerintahan Karimov, oleh para pegiat hak asasi manusia, dianggap salah satu yang paling represif di dunia. Ribuan penentangnya dihukum penjara sementara penyiksaan terjadi secara meluas dan kebebasan berbicara dibungkam.





