EgyptAir mendarat di Uzbekistan karena 'ancaman bom'

Sumber gambar, Reuters
Sebuah pesawat EgyptAir yang terbang dari Kairo ke Beijing terpaksa melakukan pendaratan darurat di Uzbekistan karena menerima ancaman bom, demikian pernyataan Uzbekistan Airways.
Seluruh penumpang yang berjumlah 118 orang dan 17 awak di dalam Airbus A330-220 tersebut diungsikan ke Bandara Internasional Urgench, di bagian timur negara itu.
- <link type="page"><caption> Sinyal kotak hitam pesawat EgyptAir terdeteksi</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/06/160601_dunia_egyptair" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> EgyptAir 'tak menikung' sebelum jatuh</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/05/160524_dunia_egyptair_tak_menikung" platform="highweb"/></link>
Pesawat tersebyt sudah diperiksa oleh pemerintah setempat.
Bulan lalu, penerbangan EgyptAir dari Paris ke Kairo -dengan membawa 66 awak dan penumpang- jatuh di Laut Tengah.
Penyebab kecelakaan masih belum diketahui, meskipun minggu lalu penyelidik Prancis menyatakan sinyal dari salah satu kotak hitam pesawat telah terdeteksi.
Sampai sejauh ini masih belum ada komentar dari EgyptAir terkait pesawatnya yang mendarat darurat pada Rabu 8 Juni.
Tetapi pejabat EgyptAir yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada kantor berita Associated Press, bahwa seseorang yang tidak menyebutkan jati dirinya, menelepon bagian keamanan di bandara Kairo, memberitahu bahwa terdapat sebuah bom dalam penerbangan ke Beijing.





